68 views

Industri Tapioka di Way Bungur Tak berizin

 

Lampung Timur – Elemen kembali dapati Industri Tapioka di Kabupaten Lampung Timur tak berizin, bahkan diduga mengangkangi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 04 Tahun 2012 tentang RT RW.

Adalah pabrik Industri Tapioka milik Suratno, tepatnya didesa Totoprojo Kecamatan Way Bungur Kabupaten Lampung Timur, sejak akhir 2019 silam, pabrik yang semula hanya sebagai pengeringan oyek dan onggok itu mulai memproduksi tepung tapioka.

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lampung Timur, melalui Bidang Pengaduan, menindak lanjuti laporan elemen masyarakat
dengan kunjungan tim DPMPTSP ke lokasi pabrik industri tapioka milik Suratno, ternyata memang belum mengantongi izin.

Ditemukanya kembali pengusaha yang bandel dan tak indahkan Perda tersebut, salah satu bukti, “kewibawaan penyelenggara pemerintah Kabupaten diciderai,

Hal itu terbukti, banyaknya pengusaha-pengusaha dikabupaten itu, hingga saat ini tidak memeliki Izin, ironisnya” kegiatan tetap berjalan meskipun tak berizin,

Demikian ditegaskan Fauzi Ahmad Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Cinta Lampung Timur (Genta Lamtim) kepada awak media, Senin 04/05/20.
Menurutnya, ketidak patuhanya para pengusaha dan industri tersebut menjadi pertanyaan besar dikalangan elemen masyarakat.

Pasalnya, kesemuanya dari perusahaan itu masih dalam tahap pembangunan, namun juga sembari berproduksi, faktanya, belum memiliki izin, bahkan melanggar Perda RT RW.
,”Yang membuat kita miris bukan hanya sekedar izin, dari perusahaan itu justru menabrak Perda tentang RT RW, apabila begitu, masak izinya akan dikeluarkan,” terang Fauzi Ahmad.

Hal tersebut juga dikuatkan dari pernyataan Nuryanto Camat Way Bungur, yang mengaku belum pernah mengeluarkan rekonendasi izin pada Industri Tapioka milik Suratno Desa Totoprojo.(pung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *