23 views

Dewan PDIP Dipolisikan

Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lampung Utara dilaporkan oleh seorang kuli yang bekerja di panglong kayu di Kecamatan Bukit Kemuning ke polisi. Pelaporan itu buntut dugaan penganiayaa yang dilakukan wakil rakyat dari PDI Perjuangan itu kepada kuli panglong kayu tersebut.

Kapolsek Bukit Kemuning, AKP Tatang ketika dihubungi membenarkan adanya laporan tindak penganiayaan, yang disampaikan oleh korban bernama Sandi (27) warga Desa Pulau Panggung, Kecamatan Abung Tinggi, Lampung Utara.

“Ya benar, perkara penganiayaan. Masih kita periksa saksi-saksi,” kata AKP Tatang, kemarin.

Disisi lain, menurut keterangan korban di Mapolsek Bukit Kemuning, kejadian itu berawal dari Sabtu (02/5), sekitar pukul 13.00 WIB, seperti biasa setiap hari dirinya bersama rekan-rekannya yang bekerja di soumil milik terlapor. Karena sesuatu hal, Sandi dan Anta rekannya terlibat adu mulut.

Setelah cekcok di lokasi tempat bekerja, saat itu pelaku Abadi datang menemui mereka. Menanyakan siapa yang ribut dan korbanpun menjawab dirinya. Saat itulah abadi langsung memukul rahang dan mencekik leher korban.

Akibat penganiyayan tersebut, warga Desa Pulau Panggung, Kecamatan Abung Tinggi itu, mengalami luka memar pada bagian rahang dan bagian leher. Bahkan setelah aksi pemukulan itu dirinya mengalami kesulitan makan dan minum.

Merasa tidak terima dirinya dianiaya, korban pulang ke rumah dan mengadu kepada keluarganya. “Saya minta keadilan. Jangan karena saya orang tidak punya dan kuli kayu, jadi semau-mau sama orang miskin,” ujar Sandi.

Korban berharap, oknum anggota DPRD yang diketahui dari PDI Perjuangan itu dapat di proses sesuai hukum yang berlaku. Korban juga sudah melaporkan tersangka Abadi ke Polisi di Polsek Bukit Kemuning dengan laporan Nomor STPL/101/B-1/IV/2020/PLD.LPG/ RES.LAMUT/ SEK.BUKIT.

Selain melapor ke Mapolsek setempat, Sandi juga sudah melakukan visum di Puskesmas Bukit Kemuning. Hal itu untuk memperkuat bukti bahwa korban benar telah dianiaya oleh pelaku.

Sementara itu, menurut keterangan saksi Yuli Eriawan, pelaku Abadi setelah mencekik rahang dan memukul Sandi, dengan sombong langsung mengancam ingin membacok siapa saja warga desa yang berani dengan dirinya.

“Saya mendengar benar, setelah menampar dan mencekik, dia mengancam siapa orang Dusun Sukarame yang berani akan dibacoknya,” pungkas Yuli. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *