27 views

Dampak Covid-19 Terhadap Kurs Rupiah di Indonesia

Oleh
Rio Pramudya Pratama
Mahasiswa S1 UIN RIL

Corona Virus atau Covid-19 adalah virus yang menyebar pertama kali di daerah Wuhan China. Virus ini bersifat menular sesama manusia ataupun hewan, Tanda- tanda umum seseorang yang terkena infeksi virus corona antara lain demam, batuk, sesak napas, dan kesulitan bernapas.% Dalam kasus yang lebih parah, infeksi virus corona dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut parah (SARS), gagal ginjal, dan bahkan kematian. Virus ini banyak membunuh ratusan hingga jutaan orang diseluruh dunia termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri virus ini pertama kali diketahui di daerah Depok Jawa barat, dan sekarang virus ini sudah menyebar di tiap wilayah yang ada di Indonesia seperti Jakarta, Lampung,dll. Virus ini tidak hanya menyebabkan dampak kematian saja tetapi berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia seperti FOREX Trading. FOREX ( Foreign Exchange Trading) atau lebih dikenal dengan VALAS (Valuta Asing) merupakan suatu jenis transaksi yang memperdagangkan mata uang suatu negara terhadap mata uang negara lainnya.

Namun pandemi Corona ini menyebabkan krisis ekonomi yaitu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika sebesar 15.000 hal ini di karenakan Kekhawatiran terhadap peningkatan penyebaran virus corona ditambah dengan stimulus pemerintah AS senilai US$ 1,3 triliun – US$ 2 triliun yang belum mencapai kata sepakat dengan senat AS menjadi penyebab sentimen negatif rupiah Pelemahan rupiah saat ini juga dinilai mengikuti sentimen negatif yang membayangi pergerakan aset berisiko seperti indeks saham futures AS, indeks saham Australia, Nikkei dan Kospi yang bergerak negatif . Termasuk sebagian mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS. Oleh karena itu, pergerakan rupiah hari ini berpotensi mendekati level resisten Rp 16.850 per dolar AS dan support di level Rp 15.900 per dolar AS.

Hal ini berdampak antara lain Pertama, akan terjadi kenaikan hanya barang import , fenomena semacam ini tentu sangat berdampak postif bagi produsen lokal , sebab akibat dari ini akan merubah komsumsi masyatakat lokal untuk memilih mengkomsumsi barang-barang lokal. yang sudah pasti memberi profit bagi produsen dalam negeri.

Selanjutnya kondisi ini juga menguntungkan bagi eksporit dalam negeri, akibat dari melemahnya kurs rupiah terhadap dolar maka banyak permintaan dari luar terhadap produk-produk Indonesia. Dengan meningkatnya permintaan produk dalam negeri tentu meningkatkan beberapa eksportir dalam negeri. Namun sayangnya keuntungan tersebut tidak dirasakan semua ekspotir, terutama bagi eksportir yang mengandalkan bahan baku luar negeri untuk produknya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *