20 views

Arinal Surati Gubernur se-Sumatera

Bandarlampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengeluarkan surat edaran bernomor 550/1585/V.13/2020 yang bersifat penting kepada gubernur se-Sumatera, kemarin. Surat edaran itu berisi tentang pencegahan mudik dari Sumatera ke Jawa.

 

Surat edaran itu menyusul terjadinya lonjakan penumpang dari berbagai provinsi di Sumatera di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada masa larangan mudik. Akibatnya, terjadi penumpukan dan telantarnya penumpang di Pelabuhan Bakauheni.

 

Diketahui, ratusan pemudik berasal dari Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau. Mereka pekerja yang telah di-PHK tersebut merupakan warga Kabupaten Brebes, Jawa tengah; Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Garut, Jawa Barat.

 

Mereka sempat ditahan, tetapi muncul lagi di terminal pelabuhan setelah diturunkan mobil angkutannya. Akibatnya, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melakukan rapid test, bagi yang memenuhi syarat dibiarkan menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten.

 

Terdapat empat poin penting dalam surat edaran itu. Pertama, Gubernur Lampung meminta gubernur se-Sumatera untuk mencegah, melarang, dan mengendalikan warganya yang hendak mudik baik KTP asli daerah maupun KTP pendatang yang bekerja di wilayahnya masing-masing yang akan pulang ke Pulau Jawa dan kota-kota besar lainnya.

 

Kedua, bagi pemudik yang dikecualikan sebagaimana tercantum dalam SE No. 4/2020 diharapkan telah lulus uji rapid test/PCR. Ketiga, untuk mencegah, mengurangi penumpukan para pemudik di Bakauheni diminta bantuan untuk meningkatkan fungsi check point/penyekatan di masing-masing perbatasan provinsi. Keempat meminta gugus tugas di wilayahnya masing-masing untuk melakukan sosialisasi larangan mudik lebih intensif dan masif.

 

Disisi lain, Ratusan warga pencari surat keterangan bebas covid-19 di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung meningkat sejak sepekan terakhir jelang Lebaran. Warga mengantre mengurus surat yang bisa dipergunakan untuk bebas berpergian itu.

 

“Satu hari dapat mencapai 100 hingga 200 orang yang mengurus surat keterangan bebas covid-19, dan kami batasi mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB,” ujar salah seorang petugas medis Didit.

 

Dikatakannya, pengurusan surat bebas covid-19 bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dinas akan dibatasi hingga Rabu, 20 Mei. “Pencari surat keterangan bebas COVID-19 memiliki beragam profesi, dan pengurusan akan di laksanakan hingga hari Rabu,” katanya.

 

Ratusan pencari surat keterangan bebas covid-19 terpantau memadati aula Dinas Kesehatan Provinsi Lampung sejak pagi hari. Semakin siang antrean warga semakin mengular.

 

“Sudah sejak pagi saya mengurus surat keterangan bebas covid-19, dan saat ini terlihat semakin banyak yang mengantre,” ujar salah seorang pencari surat keterangan bebas covid-19, Supriadi.

 

Dikatakannya, sejumlah syarat perlu dipenuhi masyarakat yang akan mengurus surat bebas covid-19. Salah satunya surat tugas atau surat pengantar dari kelurahan.

 

“Saya kebetulan akan ke Tanggerang karena anak saya masuk rumah sakit, dan saya sudah melengkapi semua persyaratan salah satunya surat pengantar dari kelurahan, sebab banyak masyarakat yang kadang belum paham kalau surat tugas atau pengantar sangat di perlukan,” katanya.

 

Pencari surat keterangan bebas covid-19 selama sepekan di Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tercatat telah mencapai 700 orang lebih. (dbs)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *