29 views

Arinal – Herman HN Kompak

Bandarlampung – Gubernur Lampung Arinal DjunaIdi dan Wali Kota Bandarlampung Herman HN yang pernah beradu di Pilgub 2018 lalu terlihat kompak. Keduanya kompak mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tIdak melaksanakan Sholat Hari Raya Idul Fitri 1441 H secara berjamaah di lapangan terbuka atau masjId.

 

“Salat Id sebaiknya di rumah saja demi memutus mata rantai penularan virus Corona,” kata Gubernur Arinal dalam diskusi dengan komponen masyarakat di Balai Keratun, Kota Bandarlampung, kemarin.

 

Pertemuan di Balai Keratun dihadiri Gubernur Arinal dan Wagub Chusnunia. Juga hadir Kapolda Lampung, Danrem Garuda Hitam, unsur Forkopimda lainnya. Serta tokoh masyarakat, pimpinan perguruan tinggi, dan para pemimpin redaksi media di Lampung.

 

Gubernur Arinal mengungkapkan, sesuai arahan dari Menkopolhukam Mahfud MD dalam vIdeo conference yang digelar beberapa saat sebelumnya, masyarakat diimbau tIdak menggelar Salat Id di lapangan dan masjId.

 

Untuk mensosialisasikan hal tersebut, Arinal meminta agar dibuat spanduk yang dipasang di lapangan maupun masjId yang biasa menggelar Salat Id. Isinya menginmformasikan bahwa di tempat itu tIdak akan digelar Salat Id.

 

“Saya juga akan menggelar vIdeo conference dengan para bupati dan wali kota se-Lampung dan membahas masalah Salat Id ini agar semua satu kata dan satu sikap ke masyarakat,” ujarnya.

 

Terpisah, Wali Kota Herman HN juga mengeluarkan imbauan senada. “Mari kita Salat Id di rumah saja. Pandemi CovId-19 belum berakhir,” kata Herman kepada wartawan di ruang kerjanya di Pemkot Bandarlampung.

 

Herman juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Salat Id di Stadion Pahoman tahun ini ditiadakan demi mencegah penularan virus Corona.

 

Lanjutnya, Herman HN mengimbau warganya agar memperhatikan dan memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Jika masih ada warga yang tetap ngotot melaksanakan Salat Id di masjId. “Kita imbau untuk Salat Id di rumah. Tetapi kalau tetap ngotot salat di masjId, maka jalankan protokol kesehatan,” ujar Wali Kota.

 

Lebih jauh, Herman HN menekankan, jika pun ada yang tetap ngotot Salat Id di masjId, maka kewajiban seperti menjaga jarak dan memakai masker harus dilakukan. Demikian pula ketika akan masuk masjId diperiksa suhu tubuhnya dan jamaah yang bersangkutan tIdak dalam keadaan sakit.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung dengan mendasari surat edaran Kementerian Agama dan juga Fatwa MUI Pusat, mengimbau pelaksanaan Salat Id 2020 dilakukan di rumah masing-masing.

 

“Melihat kondisi wabah CovId-19 sampai dengan hari ini belum ada tanda-tanda penurunan atau berkurang.”

 

“Oleh karena itu sesuai edaran kementerian agama dan juga fatwa MUI Pusat, pelaksanaan salat Idul Fitri sebaiknya dilaksanakan di rumah,” jelas Sekretaris MUI Lampung Basyaruddin. (dbs)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *