36 views

Tetap Tarung Pilkada

///Sebagian Besar Calon Cuek Dampak Wabah Corona Bagi Rakyat////

BANDARLAMPUNG – Sebagian besar bakal calon kepala daerah yang akan maju di delapan Pilkada serentak Desember 2020 tetap memilih melanjutkan tarung untuk merebut kursi kepala daerah lima tahun kedepan. Mereka tak melihat wabah corona yang sedemikian hebat membuat kehidupan rakyat kocar-kacir, menjadi pertimbangan demi alasan kemanusiaan memilih mundur atau mendesak penyelenggara menjadwal ualng Pilkada.

Dari sederet kandidat yang bakal maju delapan pilkada di Lampung baru Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi, yang secara tegas menyatakan akan mundur dari pencalonan jika Pilkada tetap digelar Desember 2020 mendatang. “Jika Pilkada dilaksanakan Desember, saya akan menyurati DPD dan DPP PDI Perjuangan. Saya menyatakan mengundurkan diri dari penjaringan dalam pencalonan Pilkada Bandarlampung,” kata Wiyadi, kemarin.

Menurut DPC PDIP Bandarlampung itu, tidak elok jika Pilkada dilangsungkan pada Desember 2020. Sebab masih banyak masyarakat yang kesusahan, akibat dampak virus corona atau Covid-19. “Karena rasa prihatin yang sangat mendalam, begitu besarnya dampak Covid 19 ini di tengah-tengah masyarakat. Malu hati rasanya saya kampanye Pilkada. Sementara masih begitu banyak orang yang kehilangan mata pencahariannya,” ungkapnya.

Dikatakan, walau mungkin wabah Covid-19 telah berakhir sebelum Desember 2020, tidak serta-merta keadaan ekonomi masyarkat membaik begitu saja. “Apakah begitu covid hilang mereka bisa langsung bekerja? Banyak yang menggunakan modal pas-pasan, karena dampak covid. Bahkan tidak sedikit modal mereka habis,” pikirnya.

Belum lagi, sambungnya, tempat-tempat usaha lainnya yang membutuhkan pemuilihan dengan dana dan waktu yang tidak sedikit. “Maka eloknya pemerintah pusat jangan memaksakan Pilkada wajib digelar di 2020,” harapnya.

Menurutnya, lebih baik di 2020 ini pemerintah konsentrasi dalam memikirkan rakyat yang begitu banyak membutuhkan uluran kebijakan dan bantuan pemerintah. “Ingat, bukan hanya beras atau sembako, tapi kebutuhan modal untuk menggerakkan ekonomi,” terangnya.

Berbeda dengan kandidat lainnya. Di antaranya M. Nasir yang juga separtai dengan Wiyadi. Menurut Ketua DPRD Pesawaran yang akan maju sebagai calon bupati ini, menyatakan tetap bakal maju meskipun Pilkada bakal digelar Desember. “Insya allah tekad bulat saya memimpin Kabupaten Pesawaran mendapat ridho Allah SWT. Aamiin,” ujarnya, kemarin.

Terkait adanya salah satu bacalo yang mundur, Ketua DPC PDI Perjuangan Pesawaran ini menghormati keputusannya. Menurutnya, hal itu hak pribadi yag bersangkutan. “Tapi yang terpenting kita harus lebih mengutamakan sisi kemanusiaan baru bicara Pilkada,” terangnya.

Lebih lanjut, Ketua DPRD Pesawaran itu mengatakan keselamatan masyarakat itu yang utama. “Maka kita fokus dulu untuk memerangi wabah Covid 19, kalau memang untuk kepentingan kemanusiaan dan keselamatan rakyat harus menunda lagi Pilkada saya sangat sepakat,” tandasnya.

Terpisah, bakal calon bupati Lampung Selatan, Tony Eka Candra menyatakan tetap akan maju. Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Lampung itu mengklaim keinginannya tetap maju dikarenakan permintaan masyarakat Lampug Selatan. “Karena permintaan dan harapan Masyarakat Lamsel, Insya ALLAH tetap maju,” tegasnya.

Senada juga disampaikan lawan politiknya, Hipni. Kader Partai Golkar yang dikabarkan tengah melobi PAN dengan menemui Ketum Zulkifli Hasan akhir pekan kemarin ini juga menyatakan tetap aka maju. “Tetap maju,” singkatnya.

Terpisah, orang dekat Nessy Mustafa, Miswan Rody memilih mengalir saja terkait pelaksanaan pilkada ditengah pandemi Covid-19. “Masalah pilkada mengalir aja tetapi sekarang sedang fokus penanggulangan Covid 19,” ujar Ketua DPD Partai Nasdem lampung Tengah ini.

Kendati demikian, mantan anggota DPRD Lampung ini mengatakan saat ini kandidatnya Nessy Mustafa mengutamakan penanggulangan Covid-19. Meskipun, saat ini Nessy telah mengantongi rekomendasi dari Partai Nasdem da PKS.

“Ini amanah partai untuk dilaksanakan, karena ini juga amanah rakyat. Tapi dengan adanya musibah pandemi Covid-19 yang sedangterjadi tentu Ibu Nessy mengutamakan penanggulangan Covid-19 .

Dikatakanyanya, saat ini Nessy tengah gencar bersama penggiat penanggulangan Covid-19 di Lampung Tengah turun langsung. “Karena keselamatan dan ketentraman Rakyat Lampung tengah adalah lebih utama,” tandasnya.

Bakal calon wakil bupati Waykanan, Juanda juga mengataka mengikuti apa yag menjadi keputusan KPU dan Bawaslu. “Kalau pasangan Jujur ikut apa kata KPU dan Bawaslu. Kapan saja di laksanakan Pilkadanya kami siap,” ujar pasangan Juprius ini.

Sementara itu, bakal calon walikota Bandarlampung, Firmansyah Y. Alfian mengisyaratkan bakal mundur dari pencalonan jika pilkada tetap dilaksanakan pada Desember. “Jika pilkada tetap akan dilaksanakan desember disaat wabah masih belum bisa ditanggulangi, maka saya tidak mau jadi bagian dari pilkada yang dipaksakan itu,” ungkapnya.

Rektor IBI Darmajaya itu mengklaim, dirinya termasuk yang pertama meminta penundaan pilkada karena wabah covid-19. Selain itu, lanjut dia, karena faktor pandemi pertimbangannya adalah agar dana pilkada bisa digunakan untuk penanggulangan wabah.

Dikatakannya, Pemerintah tidak punya sense of crisis sampai detik ini. “Belum terlihat ada tanda wabah akan berakhir kok sudah mau merencanakan pilkada di bulan desember. Pesta kok mau diselenggarakan di saat rakyat sedang berduka. pakailah uang pesta itu utk bantu rakyat yang sedang susah. Ayo kita fokus BERJAMAAH lawan covid 19,” jelasnya. (Cah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *