49 views

Tekan Peyebaran Covid 19, Pemkot Sediakan 5000 Alat Rapid Tes

BANDARLAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlamung terus berupaya menekan peyebaran virus covid 19 atau corona, kali ini Pemkot akan mengadakan sebanyak 5000 alat rapid tes. Rencanaya dalam minggu minggu ini alat tersebut sudah di distribusikan ke seluruh kelurahan.

Menurut Walikota Bandarlampung Herman HN, dalam upaya memutus rantai peyebaran Covid 19, beberapa upaya telah dilakukannya diantaranya pengadaan alat kesehatan, kali ini Pemkot Bandarlampung mengadakan sebanyak 5000 alat Rapid Tes.

“Untuk alat Rapit Tes, saya tempo hari sudah mendapatkan dari pusat 500 sekarang saya beli 5000 rapit Tes ini,”katanya saat mengelar konfresi peres di Rumah pribadi Jl Palapa, Rabu (29/4).

Rencanaya, masyarakat di masing masing kelurahan se-Kota Bandarlampung akan di lakuka pemeriksaan menggunakan alat rapid tes tersebut, dengan alat tersebut nanatinya akan terdeteksi apaka ada masyarakat yang indikasi gejala-gejala terinveksi Covid 19.

“Kita mulai dari kelurahan kelurahan dan puskesmas tapi tidak semua masyarakat kita lakukan tes. kita hanya ambil sebagian masyarakat saja sebagai sampel tapi meyelurus semua kelurahan kita lakukan tes,” katanya.

Diketahui, Rapid test adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, yaitu IgM dan IgG, yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Antibodi ini akan dibentuk oleh tubuh bila ada paparan virus Corona.

Dengan kata lain, bila antibodi ini terdeteksi di dalam tubuh seseorang, artinya tubuh orang tersebut pernah terpapar atau dimasuki oleh virus Corona. Namun perlu di ketahui, pembentukan antibodi ini memerlukan waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu.

rapid test ini hanyalah sebagai pemeriksaan skrining atau pemeriksaan penyaring, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosa infeksi virus Corona atau COVID-19.

Tes yang dapat memastikan apakah seseorang positif terinfeksi virus Corona sejauh ini hanyalah pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Pemeriksaan ini bisa mendeteksi langsung keberadaan virus Corona, bukan melalui ada tidaknya antibodi terhadap virus ini.

Ditambahkanya, Upaya pencegahan peyebaran virus Covid 19, sebenarnya sudah dilakukanya semenjak Covid 19 mewabah di Indonesia tepatnya tanggal 16 mei 2020.

“Baju aja waktu itu sudah saya beli 500, masker saya beli 100 dus dan juga untuk tangan (Hand Sanitizer) ini, itu juga ada sekitar berapa ribu. ini tidak lain untuk masyarakat Bandarlampung agar sehat,”katanya. (edi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *