42 views

Sempat Dituntut Mundur, Sinto Masih Jabat Kakam

 

TULANGBAWANG – Pasca didemo puluhan warganya dan dituntut mundur dari jabatanya, Kepala Kampung Catur Karya Buana Jaya, Kecamatan Banjar Margo Sinto, hingga saat ini masih menjabat kepala kampung setempat.

 

Sebelumnya, akhir tahun 2019 Sinto dituntut warganya bersama aparatur kampung termasuk BPK untuk mundur dari jabatan kepala kampung.

Dengan adanya tuntutan aparatur kampung, BPK, dan masyarakat setempat itu, Sinto mengajukan surat pengunduran diri kepada bupati Tulangbawang.

Namun hingga saat ini surat permohonan pengunduran diri Sinto dari kepala Kampung Catur Karya Buana Jaya belum disetujui oleh bupati Tulangbawang.

“Yang saya tau pak Sinto sudah mengajukan surat pengunduran diri kepada bupati Tulangbawang. Ya namanya pengajuan bisa disetujui bisa juga ditolak,” ujar salah satu Kakam di Kecamatan Banjarmargo, Sabtu (10/04/2020).

Terkait hal itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Kampung (BPMPK) Kabupaten Tulangbawang Yen Dahren, saat dikonfirmasi mengatakan,

Sebaiknya camat dapat memfasilitasi untuk dapat menyelesaikan persoalan itu.

“Sebaiknya dapat difasilitasi di tingkat kecamatan, jika tidak selesai baru ke kabupaten,” ujarnya singkat.

Camat Banjar Margo Idris, saat dikonfirmasi terkait permasalahan itu mengatakan, tim Pemkab Tulangbawang sudah mendaklanjuti permasalahan itu dengan turun langsung ke kampung tersebut.

Menurut Idris, tim Kabupaten yang terdiri Inspektorat, BPMPK, bagian Tata Pemerintahan (Tapem), Bagian Hukum, sudah mengcroscek permasalahan itu.

“Hasilnya tuntuta masyarakat kepada Sinto untuk mundur dari jabatan Kakam itu tidak sepenuhnya benar. 800 tanda tangan masyarakat itu banyak yang dipalsukan,” terangnya.

Ia menyebut terdapat provokator yang mempengaruhi masyarakat dalam tuntutan itu. Setidaknya terdapat 5 orang provokator dalam gerakan melengserkan Sinto dari jabatan Kakam.

“Jika diteruskan maka 5 orang provokator ini bisa dipidana. Untuk itu kita mediasi agar mereka bisa bersatu kembali untuk bersama-sama majukan kampung,” jelasnya.

Meski begitu menurut Idris, Pemkab juga telah memberikan teguran kepada Sinto, untuk memperbaiki sikap dalam mempin lampunya.

Sebelumnya pada Kamis (31/10/2020) warga Kampung Catur Karya Buana Jaya menggruduk Kantor Kepala Kampung setempat. Warga menuntut Sinto agar mundur dari jabatan kepala kampung.

Salah satu warga Darno, saat itu mengatakan, warga yang ikut aksi ini menuntut Sinto mundur dari jabatannya karena selama menjabat dianggap tidak transparan dalam mengalokasikan dana desa.

Warga lainnya Wagino saat itu juga mengatakan, bahwa Sinto diduga menggunakan jabatanya untuk kepentingan pribadi dan memperkaya diri.

Ia membeberkan, terdapat pembangunan fisik dana desa dalam pengerjaanya diduga mark up anggaran. Ia mengetajui saat menjadi kaur pembangunan kampung setempat.

“Contohnya ada pembangunan gorong-gorong tahun 2016, seingat saya dianggarkan Rp.13 juta akan tetapi realisasi anggaranya hanya menghabiskan dana Rp.6 juta saja. Seingat saya saat itu ada 21 titik gorong-gorong,” ungkapnya.

Selain itu, Ketua RT 02 Sapeni mengatakan, tidak merasa cocok dengan kepemimpinan Kakam.

“Saya merasa tidak cocok dengan karakter serta cara kerja kepala kampung pak Sinto,” tegasnya.

Sementara itu Darno Ketua BPK Kampung Catur Karya Buana Jaya Meminta Kepada pihak-pihak yang berkompeten untuk menanggapi aspirasi masyarakat. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *