78 views

Penanganan Covid oleh Pemda Lamtim Disoal

Lampung Timur – Wakil ketua DPRD Lampung Timur, dari fraksi PKB Akmal Fatoni merasa geram dengan penanganan covid oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur.
Pasalnya menurutnya Pemda terlebih dahulu menangani dampaknya sebelum penanganan  pencegahannya, akibatnya terjadi carut marut pembagian bansos dibawah dan mengakibatkan polemik d tingkat desa dan masyarakat. Hal ini diungkapkan Akmal Fatoni via telp kepada Editor Rabu, 29 April 2020 (kemarin).
” Dari dengar pendapat yang lalu saya sudah katakan, bahwa saat ini penanganan harus fokus dulu ke pencegahan yaitu posko posko di pintu keluar masuk  ke wilayah Lampung Timur, pengawasan terhadap orang orang yang keluar masuk, kita saja belum pernah ada tes masal rapid tes, malah sibuk sekali dengan pembagian sembako, posko posko penjagaan di pintu pintu masuk wilayah itu tidak ada bantuan dari Pemerintah daerah, mereka bekerja mandiri, itukan kasihan”
” Ini dibawah kita terima laporan, para aparat desa kerepotan mana warga yang harus diberikan bantuan sembako, mereka banyak diprotes warga ahirnya kebijakan mereka, bantuan dipecah agar penerimanya lebih banyak, eh jadi masalah lagi , inikan carut marut namanya”ungkapnya kesal
” Kita dengan percaya diri ungkapkan zona hijau, itu dikarenakan kita belum pernah ada  rapid tes masal misalnya untuk tenaga kesehatan, para polisi, TNI, atau orang yang keluar masuk dari luar” tambahnya
Untuk itu menurut Akmal Fatoni dirinya akan menuangkan kekesalannya dalam bentuk rekomendasi resmi.
Sementara itu pihak pemerintah Daerah Lampung Timur belum bisa dimintai konfirmasi, Sekda Lamtim, Syahrudin Putra selaku wakil Gugus Tugas penanganan covid Lampung Timur saat dihubungi via telpon tidak diangkat dan dihubungi lewat wa tidak dibalas.  Sementara itu kepala Dinas Sosial Lampung Timur, Darmuzi mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Sosial kabupaten Lampung Timur, mengatakan saat ini pemda sudah membagikan dana bantuan sosial untuk masyarakat sebagaimana arahan Presiden Jokowi. Pemberian Sembako ini menurutnya merupakan jaring sosial bentuk penanganan dampak covid 19, ” menurut saya ya ini penangganan dampak dari covid, kita himbau warga dirumah, mereka tidak bekerja, jadi harus diberikan bantuan sembako, bayangkan jika orang lapar, mereka bisa berbuat apa saja, dan pasti dampaknya akan lebih besar” ungkapnya. (pung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *