38 views

Pembangunan Jalan Lapen Kampung PKP Jaya Syarat Penyimpangan

//Pembangunan Jalan Lapen Terkesan Asal Jadi//

TULANGBAWANG – Pembangunan jalan lapen sepanjang 470 meter di Kampung Panca Karsa Purna Jaya (PKP Jaya), Kecamatan Banjarbaru, menuai protes dari berbagai kalangan masyarakat setempat, Rabu (29/04/2020).

Pasalnya pembangunan jalan lapen dengan pagu Rp.169 juta itu berubah dari rencana awal pembangunan yang telah tersusun dalam RAPBKam 2020, tanpa melalui proses musyawarah kampung dalam penetapan RAPBKam Perubahan 2020.

“Pembangunan jalan lapen itu awalnya direncanakan dari RK 2 sampai RK 5, karena pandemi Corona dipendekkan di RK 3 lingkar lapangan. Padahal APBKam perubahan akibat pandemi Corona belum diketuk atau belum selesai. Artinya pembangunan ini dilakukan sepihak oleh kepala kampung,” kata salah satu warga PKP Jaya.

Selain itu, menurut sejumlah warga, para pekerja pembangunan lapen itu dikerjakan oleh tenaga kerja dari kota metro dan beberapa warga setempat.

“Tapi itu pekerja yang dominan dari luar daerah (Metro kota). Kemungkinan pekerjaan itu diborongkan oleh orang dari Metro,” ujarnya.

Dari pantauan wartawan di lapangan, pembangunan diduga dilakukan asal jadi. Aspal yang digunakan hanya sebagai syarat untuk melekatkan batu.

Penyiraman aspal dilakukan oleh pekerja menggunakan ember atau gayung pada permukaan batu dan penyiraman dilakukan secara tidak merata atau tidak sesuai ketentuan.

Salah satu pekerja saat dikonfirmasi mengatakan, ia hanya mengikuti petunjuk atau perintah dari kepala kampung PKP Jaya Bakri. Ia juga mengaku berasal dari kota Metro.

“Saya disuruh pak lurah (Kakam) kerja untuk ngaspal. Pengaspalanya memang tidak dikocor mas tapi hanya disebor-sebor saja sesuai perintah pak lurah,” katanya.

Para pekerja ini juga mengaku tidak mengenal Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) kegiatan pembangunan jalan lapen tersebut.

“Saya tidak kenal TPK nya siapa pak, saya cuma tau sama pak lurah (Kakam) Bakri,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Kampung PKP Jaya Bakri dan TPK tidak bisa dikonfirmasi dan terkesan menghindar dari wartawan yang hendak melakukan konfirmasi. Dihubungi via ponsel Bakri juga enggan menjawab. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *