117 views

Pasien OTG Covid 19 asal Way Kanan, di isolasi di RSUD Bandar Negara Husada Bandar Lampung

WAY KANAN– Meskipun Secara Standar operasional prosedur (SOP) orang yang terpapar Virus Corona tapi tidak menunjukkan gejala dilakukan Isolasi mandiri di rumah dan tidak dirumah sakit.

Namun Setelah melalui Konsolidasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Way Kanan, Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya memerintahkan untuk membawa satu orang Pasien OTG Covid 19 berinisial PS tersebut Ke Rumah sakit khusus penanganan Covid 19 dibandar Lampung.

“Malam ini Tim sudah membawa Pasien tersebut Ke Rumah Sakit Khusus penanganan Pasien
Covid 19 Di Bandar Lampung.” Ujar Bupati Raden Adipati Surya, Minggu (26/04/20).

Menurut Bupati, Selain PS, ada 10 warga lainnya yang diduga terpapar Covid-19.

“Perlu diketahui, 10 orang ini sudah kita tes. Namun hasilnya reaktif. Hanya dua orang, satu di Baradatu dan satu lagi di Rebang Tangkas. Lalu, dua orang ini kita tes swab, dan hasilnya satu warga Baradatu positif. Yang di Rebang Tangkas sedang  menunggu hasilnya. Ke 10 orang ini sudah dua kali kita lakukan rapid tes dan hasilnya Delapan orang negatif,” Kata Raden Adipati.

Bupati Juga mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar.

“Kecuali pernyataan dari pemkab atau pemprov yang bisa dipastikan kebenarannya. Jangan mudah menerima atau menyebarkan berita yang belum tentu benar,” kata dia

Terpisah Jurubicara Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid 19 Kabupaten Way Kanan yang juga Kadis Kesehatan setempat Anang Risgiyanto membenarkan hal tersebut.

“Malam ini Pasien OTG Covid 19, sudah kita bawa ke RSUD Bandar Negara Husada di Kotabaru, tempat lokasi isolasi pasien positiv Corona yang disiapkan Pemerintah Provinsi Lampung.” Kata Anang.

Ditambahkan Anang sebenarnya, Pasien OTG kalau secara prosedur yang sudah ditetapkan bukan orang sakit dan hanya wajib isolasi dirumah saja dengan pengawasan ketat, dan ini juga sejalan dengan SOP penganganan Covid 19 tingkat Provinsi.

“Namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan mengurangi keresahan masyarakat, maka kita ambil tindakan cepat ini.” Jelas Anang Risgiyanto.(Fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *