138 views

Orang Bertato Terduga Pencurian Anak Babak Belur Dipukuli Massa

TULANGBAWANG – Seorang pria yang dicurigai sebagai pelaku penculikan anak babak belur dihajar massa di Kampung Balai Murni Jaya, Kecamatan Banjarbaru, Tulangbawang, Kamis (30/04/2020).

Pria banyak tato di tubuhnya itu, dipukuli massa saat melawan ayah dari anak yang digendongnya. Hingga saat ini belum diketahui identitas pria yang diduga penculik anak itu.

Maman Sudarmanto ayah dari anak yang diduga akan diculik mengatakan, pria yang dicurigai sebagai pelaku penculikan anak itu awalnya dipergoki warga tengah menggendong anaknya.

“Saya lagi kerja, saya diberitahu warga kalau anak saya digendong orang tidak dikenal, lalu saya langsung mencari anak saya,” terangnya.

Namun, lanjutnya, saat Ia hendak mengambil anaknya dari gendongan terduga pelaku. Pelaku justru melalukan perlawanan, sehingga memicu kemarahan warga setempat.

“Pelaku melawan saat saya hendak mengambil anak saya. Bahkan ia sempet melukai wajah saya dengan cakaran. Warga sini yang melihat kejadian marah dan menghakimi pelaku,” bebernya.

Beruntung nyawa pria bertato itu dapat diselamatkan. Seusai dihakimi warga ia kemudian diserahkan ke Mapolsek Banjaragung dengan menggunakan ambulance.

Kapolsek Banjaragung Kompol Rahmin membenarkan, jika terdapat seorang pria diserahkan warga di kantornya.

“Saat diserahkan warga, orang ini (terduga penculik anak) dalam keadaan luka parah karena dihakimi massa. Untuk itu orang itu kita bawa ke puskesmas Tuba I untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Kapolsek.

Rahmin belum dapat memastikan apakah pria tersebut merupakan pelaku penculikan anak. “Belum tahu persis karena ditanya mencla mencle seperti orang gila. Orang ini juga tidak membawa surat identitas seperti KTP atau SIM,” jelasnya.

Menurut Rahmin, saat dimintai keterangan, orang itu selalu memberikan keterangan yang berubah-ubah. Pertama Ia mengaku dari Jakarta Selatan, setelah itu berubah lagi mengatakan dari Prabumulih, Sumatera Selatan.

“Untuk itu akan kita bawa ke Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung untuk mengetahui kejiwaan orang tersebut (terduga penculik anak),” tandasnya. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *