50 views

Omzet Beberapa UKM di Lambar Menurun Hingga Terancam Gulung Tikar

Lampung Barat – Beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) di Lampung Barat (Lambar) alami penurunan omzet akibat adanya pandemi Corona Virus Deases 2019 atau yang biasa disebut Covid-19.

Salah satunya UKM galon air mineral di Kelurahan Way Mengaku, omzet menurun hingga lebih dari 50 persen.

Rizal Azmi, pemilik usaha galon air mineral akui penurunan omzetnya hingga melebihi 50 persen.

Diungkapkannya, penurunan itu merupakan dampak dari adanya pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama 3 bulan terkahir.

“Kita pasti mengalami penurunan omzet. Penurunan omzet ini sangat terasa karena mencapai 50 persen lebih,” ujar Rizal, Selasa (28/4/2020).

Lanjut, Rizal menambahkan, penurunan terjadi akibat adanya kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah, sehingga permintaan air mineral menurun.

“Ia, semenjak adanya kerja dari rumah itu, permintaan air menurun drastis,” ungkapnya.

Rizal berharap, keadaan seperti ini tidak akan berlangsung lama, dan pandemi Covid-19 segera berakhir.

Rizal mengimbau, pemerintah untuk memperhatikan kalangan pelaku usaha kecil, karena baginya keberlangsungan usaha di tengah-tengah pandemi Covid-19 mempunyai waktu yang sedikit.

“Tentu saya tidak menyalahkan pemerintah, malah saya sangat mendukung kebijakan mereka, namun tentu saya sangat berharap kerja pemerintah dapat dilakukan secara cepat, sehingga kami yang usaha kecil seperti ini tidak harus gulung tikar,” ucap Rizal berharap.

Dilain pihak, salah satu pengusaha Foto Copy di Kelurahan Way Mengaku juga mengeluhkan adanya penurunan omzet.

Salah satu pemilik usaha Foto Copy, Rio mengatakan, dirinya mengalami penurunan omzet selama pandemi Covid-19 berlangsung.

“Kita hanya bisa bertahan dalam menjalankan usaha dengan keadaan seperti ini, bertahan dalam artian untuk mempertahankan usaha agar tidak gulung tikar,” tutur Rio.

Rio berharap, pemerintah dapat mencarikan solusi terbaik di tengah-tengah pandemi Covid-19, selain untuk mencegah terjadinya penyebaran, juga untuk mempertahankan Usaha Kecil Menengah (UKM) agar tidak gulung tikar.

“Saya berharap pemerintah mendapatkan solusi terbaik, selain untuk mencegah penyebaran juga untuk mempertahankan UKM-UKM yang ada agar tidak gulung tikar,” pungkasnya berharap. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *