91 views

Leasing Lambar Denda Konsumen, Pemkab akan Panggil Indomobil Finance

Lampung Barat – Terkait leasing Indomobile Finance yang berkantor di kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit Lampung Barat memberikan denda kepada konsumen, Pemkab Lambar akan lakukan pemanggilan.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Lambar, Yudha Setiawan kepada Koran Editor mengatakan, sebelumnya pemerintah telah adakan pertemuan bersama pihak Bank-bank dan Leasing di Lambar, dan telah menyepakati bersama untuk mendukung dan melaksanakan kebijakan pemerintah pusat terkait keringanan kredit bagi masyarakat yang perekonomiannya terdampak pandemi Covid-19.

“Kita sudah lakukan pertemuan dan sudah disepakati bersama untuk mendukung dan melaksanakan kebijakan pemerintah pusat, hanya saja terkait teknis kebijakan dan aturan keringanan dikembalikan kepada pihak perusahaan yang bersangkutan,” ujar Yudha, Kamis (30/4/2020).

Disinggung adanya keluhan masyarakat akan realisasi pelaksanaan yang dianggap tidak meringankan, Yudha menegaskan akan segera menyelidiki isu tersebut dan memanggil pihak-pihak terkait.

“Kita akan lakukan penyelidikan dan pemanggilan, jika memang benar adanya seperti itu, maka patut dipertanyakan komitmen mereka atas hasil musyawarah yang telah disepakati bersama,” tegas Yudha.

“Dan jika perlu kita akan undang masyarakat-masyarakat yang terdampak Covid-19 dan tidak mendapatkan keringanan dari perusahaan tempat mereka menjadi konsumen atau nasabah,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, salah satu penjual mie ayam di kawasan kantor pemerintah daerah (Pemkab) Lambar, Mat Said yang merupakan nasabah kredit Leasing Indomobil Finance, dengan adanya pandemi Covid-19 harus menutup usahanya, sehingga membuat dirinya berat untuk membayar angsuran sebesar Rp1.751.000 per bulannya.

Mat Said kemudian mengajukan keringanan kepada pihak leasing dan menanyakan keringanan apa saja yang ia dapatkan. Akan tetapi, permintaan itu justru membuat dirinya semakin merasa berat.

Bagaimana tidak, dijelaskan pihak leasing, jika Mat Said telat lakukan pembayaran angsuran akan dikenakan denda Rp14.000 per harinya atau Rp420.000 per bulannya, dan karena Corona, Mat Said boleh saja tidak mengangsur selama tiga bulan, hanya saja, ia harus membayar suku bunga sebesar Rp1.009.000 per bulan dan biaya administrasi Rp150.000 selama tiga bulan.

Hal itu harus dibayar oleh Mat Said jika tidak membayar angsuran, artinya selama tiga bulan kedepan, ia harus membayar Rp3.027.000 ditambah biaya administrasi Rp150.000.

“Saya sudah lakukan pengajuan restrukturisasi pada tanggal 9 April, tapi tidak boleh lagi oleh pihak leasing, namun, saat itu mereka memberikan pilihan jika tidak bisa membayar selama tiga bulan kedepannya, maka akan dikenakan biaya suku bunga dengan jumlah yang besar yaitu Rp1.009.000 per bulannya, atau dikenai denda perharinya sebesar Rp14.000,” ujar Mat Said. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *