204 views

Lakukan fitnah dan Provokasi dimedsos terkait pendataan BLT Covid 19 dikampung nya, Warga Umpu Bhakti akan dipolisikan PJ Kakam

WAY KANAN-Verifikasi faktual terhadap warga Pra sejahtera kampung Umpu Bhakti Kecamatan Blambangan Umpu yang telah dilakukan oleh RT berdasarkan surat bupati way kanan tentang pencegahan Dan penanggulangan covid 19 melalui Dana desa tahun 2020 yang telah telah selesai dilaksanakan oleh Tim relawan desa lawan covid 19 kampung umpu bhakti yang terdiri Dari Antara lain,PJ Kakam, Aparatur dan Perangkat, kampung, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, BPK kampung, Dan berbagai elemen masyarakat kampung.

Verifikasi faktual tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa penerima BLT warga pra sejahtera kampung umpu bhakti Dari Dana desa April-juni tepat sasaran sesuai kriteria yang dikeluarkan oleh kementerian sosial RI.
Namun demikian masih saja ada warga yang masih protes, bahkan salah satu Netizen yang di duga warga Umpu Bhakti memposting status yang cenderung memprovokasi Warga.

Akun Facebook atas nama Wiwin Sulastri dalam statusnyamenulis ” Jangan lupa demo yg ga dapat bantuan corona (emoticon ketawa).katanya bantuan corona.pertannyaan yang ga masuk akall.emoticon ketawa.ya jelaslah punya kompor punya wc.klw ga punya wc mau berak di plastik.emoticon ketawa.jangan lupa warga minta kemnalian ftocopy
KTP dan KKnya minta dikembalikan.klw engga minta dikembalikan yg pasti orang melarat buat topeng dapat duit dan dimakan sendiri.emoticon ketawa.
jng lupa kembalikan KK dsn KTP warga miskin emoticon marah.”

Postingan ini ditengarai sebagai provokasi dab fitnah terhadap kinerja gugus tugas Covid 19 Kampung Umpu Bhakti.


Edward Apriadhi, Penjabat Kepala Kampung Umpu Bhakti yang juga Ketua Tim Relawan Desa Covid-19 Kampung setempat merasa kecewa atas unggahan Facebook Wiwin Sulastri, Apalagi Unggahannya itu Viral dan banyak di Komentari Netizen sehingga dapat menimbulkan Asumsi Negatif dari Warga.

“Saya sebagai PJ Kepala Kampung sekaligus ketua Tim relawan desa Lawan covid 19 merasa sangat terpukul dan merasa terhina. Karena yang diunggah oleh akun Facebook tersebut tidak benar Dan merupakan tuduhan yang membuat nama baik saya tercemar,” ungkap Edward Apriadhi saat di Konfirmasi Kamis malam (23/04/20).

Atas kejadian tersebut, dirinya tengah berpikir Dan mengumpulkan fakta untuk membawa hal ini keranah Hukum.

“Saya masih pikir pikir. intinya saya menunggu niat baiknya untuk meminta maaf secara terbuka. Dan saya mengajak masyarakat agar bijak bermedsos. jangan mempublikasikan bila belum tau yang sebenarnya, apalagi sampai mencemarkan nama baik,” tegasnya. (Fik).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *