47 views

Kepala Kampung Di Tuba Galau, Gunakan Dana Desa Untuk Penanganan Corona Tunggu Perbup

TULANGBAWANG – Belum adanya regulasi yang jelas dalam penganggaran pencegahan Corona Virus Desease 2019 (covid-19) di Kampung menjadi dilema sejumlah kampung di Kabupaten Tulangbawang.

Sejumlah kepala kampung mengaku bingung dalam menggunakan anggaran dana desa 2020 untuk penanganan pandemi covid-19.

“Kami masih binggung dalam menggunakan dana desa untuk pencegahan dan penanganan Corona. Karena belum ada Peraturan Bupati untuk penanganan Corona menggunakan Dana Desa. Sementara APBKam 2020 sudah selesai dan tidak ada anggaran untuk bencana,” terang Bakri, Kepala Kampung Panca Karsa Purna Jaya, Kecamatan Banjar Baru, Senin (6/04/2020).

Sementara menurut Bakri, bupati Tulangbawang mengintruksikan kepada seluruh kampung agar melakukan pencegahan virus Corona dengan penyemprotan disinfektan dan pembuatan posko pencegahan covid-19.

“Sementara dalam menggunakan dana desa untuk pencegahaan Corona itu kami masih menunggu Perbupnya. Padahal kami sudah berjalan dalam melakukan penyemprotan disinfektan, pembuatan posko dan pembelian APD untuk relawan,” katanya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh beberapa kepala kampung di daerah berjuluk sai bumi nengah nyappur itu dalam menggunakan dana desa untuk pencegahan Corona.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (BPMPK) Kabupaten Tulangbawang Yen Dahren menyatakan, dana desa bisa dipakai untuk mencegah dan menangani penyebaran covid-19.

“Terkait besaranya kami serahkan kepada kebijakan masing-masing kampung. Bisa, melalui prosedur musyawarah desa tahap ke 2, nanti masuk perubahan APBKam,” kata Yen Dahren, Selasa (07/04/2020).

 

Ia menambahkan, semestinya penggunaan dana desa itu tidak hanya fokus kepada pencegahannya dengan penyemprotan disinfektan.

“Mulai dari pencegahaan, penanganan dan pasca pandemi. Hal itu mesti dianggarkan, jadi jangan nanti anggaran habis untuk penyemprotan disinfektan saja,” jelasnya.

Mantan Kepala Dinas Kominfo Tulangbawang itu juga menyatakan, pihaknya telah menyurati bupati Tulangbawang terkait regulasi penggunaan dana desa untuk penanganan covid-19.

Menurut Yen Dahren, Kabupaten Tulangbawang mendapatkan kucuran dana desa Rp.53,9 miliar dari pemerintah pusat. Dana itu dibagikan untuk 147 kampung yang ada di wilayah Kabupaten Sai Bumi Nengah Nyappur.

 

Seluruh kampung di Kabupaten Tulangbawang sudah mendapatkan penyaluran dana desa (DD) tahap awal 40% tahun anggaran 2020. Dana itu, telah masuk ke masing-masing rekening kampung sejak akhir bulan kemarin. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *