933 views

Jalankan Kebijakan Keringanan Kredit, Leasing Indomobil Finance Lambar Denda Konsumen

Lampung Barat – Presiden Joko Widodo telah mengumumkan adanya keringanan kredit bagi masyarakat yang perekonomiannya terdampak pandemi Covid-19. Namun, pada pelaksanaannya, leasing Indomobile Finance yang berkantor di kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit Lampung Barat malah membuat konsumen yang terdampak Corona semakin merasa berat.

Salah satunya adalah penjual mie ayam di kawasan kantor pemerintah daerah (Pemkab) Lambar, Mat Said. Akibat adanya pandemi Covid-19, Mat Said harus menutup usahanya, sehingga membuat dirinya berat untuk membayar angsuran sebesar Rp1.751.000 per bulannya.

Mat Said kemudian mengajukan keringanan kepada pihak leasing dan menanyakan keringanan apa saja yang ia dapatkan. Akan tetapi, permintaan itu justru membuat dirinya semakin merasa berat.

Bagaimana tidak, dijelaskan pihak leasing, jika Mat Said telat lakukan pembayaran angsuran akan dikenakan denda Rp14.000 per harinya atau Rp420.000 per bulannya, dan karena Corona, Mat Said boleh saja tidak mengangsur selama tiga bulan, hanya saja, ia harus membayar suku bunga sebesar Rp1.009.000 per bulan dan biaya administrasi Rp150.000 selama tiga bulan.

Hal itu harus dibayar oleh Mat Said jika tidak membayar angsuran, artinya selama tiga bulan kedepan, ia harus membayar Rp3.027.000 ditambah biaya administrasi Rp150.000.

“Saya sudah lakukan pengajuan restrukturisasi pada tanggal 9 April, tapi tidak boleh lagi oleh pihak leasing, namun, saat itu mereka memberikan pilihan jika tidak bisa membayar selama tiga bulan kedepannya, maka akan dikenakan biaya suku bunga dengan jumlah yang besar yaitu Rp1.009.000 per bulannya, atau dikenai denda perharinya sebesar Rp14.000,” ujar Mat Said, Rabu (29/4/2020).

“Ini bukan keringanan namanya pak, malah memberatkan, sudah jatuh tertimpa tangga pula,” keluh dia.

Diungkapkannya, dirinya terpaksa memilih opsi untuk dikenai denda sebesar Rp14.000 per hari dari pada dikenai biaya suku bunga yang terlampau besar.

“Saya terpaksa harus memilih dikenai denda, tapi saya berharap pemerintah pusat memperhatikan nasib kami pelaku usaha harian yang tidak menghasilkan uang dikala wabah Corona masih terus berlanjut,” tutur Mat Said berharap.

Dilain pihak, Kepala Cabang Leasing Indomobil Finance, Amansyah saat wartawan Koran Editor hendak mengkonfirmasi kebenaran hal tersebut, tidak berada di tempat (Kantornya).

Saat dihubungi via seluler, Amansyah mengatakan, tidak dapat membantu perihal kebenaran akan kebijakan pihaknya tersebut kepada konsumen.

“Untuk saat ini saya tidak bisa membantu akan hal itu, mohon maaf saya tidak bisa bantu karena kita berhubungan dengan konsumen,” jawab Amansyah ketus.

Lebih jauh, ditanya kebijakan pihaknya seperti apa, Amansyah mengelak dan enggan menjelaskan. “Kebijakannya itu konsumennya tau kok, dan sudah kami sampaikan saat rapat bersama Bupati,” ucap dia.

“Maaf ya saya masih dilapangan ini,” singkatnya seraya menutup telepon seluler.

Sebelumnya, menindaklanjuti kebijakan Jokowi terkait keringanan kredit bagi masyarakat yang perekonomiannya terdampak pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu Bupati Lampung Barat (Lambar) Parosil Mabsus yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 didampingi Asisten 2 Ismet Inoni dan Kepala Diskoperindag Yudha Setiawan telah menggelar rapat dengan pimpinan sejumlah bank dan perusahaan leasing.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Pesagi itu membahas restrukturisasi atau keringanan bagi debitur perbankan dan perusahaan pembiayaan yang terkena dampak virus Corona.

Hasilnya, seluruh bank dan perusahaan leasing di Lambar siap melaksanakan restrukturisasi kredit bagi debitur, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban pada bank maupun leasing karena terdampak Covid-19 secara langsung. (Ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *