233 views

I Gede Budi Artana : Paiketan/Kelompok Den Bukit Santhi Kecamatan Banjit, Bangun Pura Kahyangan Jagat Den Bukit Sinunggal

WAY KANAN-Untuk mempersatukan dan menjalin silaturahmi perantau dan anak keturunannya asal Kabupaten Buleleng Provinsi Bali, sejumlah Tokoh Masyarakat Bali Buleleng di Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan membentuk Kelompok Suka duka bernama Paiketan/Kelompok Den Bukit Santhi yg disingkat DBS.

Kelompok DBS ini dibentuk atas dasar untuk menguatkan tali silaturahmi kekeluargaan, dan ikatan emosional anggota dalam kegotong royongan saat menghadapi keadaan suka maupun duka diperantauan.

Sebagai bagian untuk eksistensi dan menguatkan keberadaan DBS ,maka perlu sebuah tempat yang bisa dipakai untuk melakukan pertemuan dan Bhakti kepada Hyang Maha Kuasa.

Atas dasar kesamaan pandangan seluruh pengurus dan anggota, maka timbullah semangat untuk membangun sebuah pura Kahyangan Jagat yang menjadi kebanggaan masyarakat tempat asal Buleleng Bali.

Ketua DBS, I Gede Budi Artana beserta 33 Kepala Keluarga anggotanya, dengan keikhlasan dan semangat kegotong royongan tinggi tanpa ada kewajiban membayar iuran anggota, membangun sebuah Pura.

“Pura yang di bangun ini, kami beri nama Pura Kahyangan Jagat Den Bukit Sinunggal, sesuai dengan nama pura yang di Buleleng Bali Pura Pucak Bukit Sinunggal.” Kata I Gede Budi Artana, Rabu (30/04/20)

Pura yang sedang dibangun tersebut dibuat, tambah I Gede Budi, Disamping sebagai tempat berkumpul dan melakukan Bhakti.

“Harapan kami dengan adanya Pura ini kami masyarakat perantauan diberikan Anugrah kesehatan, kesejahteraan dan Kebahagiaan dari Ida Sanghyang Widhi Wasa sehingga kami berdiri kokoh dan Ajeg dibumi way kanan lampung ini.”Kata Gede Budi.

Gede Budi Menambahkan, secara fisik bangunan pura sudah mencapai 40 persen selesai.Namun bangunan pokok untuk tempat persembahyangan itu sudah selesai 100 persen, sehingga sudah layak dipergunakan untuk ibadah. Hanya beberapa bagian lain yang belum selesai seperti bangunan infrastruktur pelengkap dan pagar.

Bangunan Pura yang telah menghabiskan anggaran Rp.80 juta diluar tanah dan tenaga kerja ini berdiri diatas tanah berukuran 30 M X 35 M berlokasi di dusun Banyuwangi Jalan Talang sebaya, Kampung Dono Mulyo Kecamatan Banjit, merupakan Hibah tanah dari keluarga Almarhun Bapak Nengah Suel melalui Ibu nengah Wirte dan anak-anaknya.

Diterangkan juga oleh I Gede Budi, Pura ini direncanakan diresmikan atau dalam istilahnya disebut Mlaspas alit pada tanggal 7 Mei 2020 bertepatan dengan bulan purnama.”Prosesi ini adalah syarat dapat dipergunakan secara resmi” dan pura ini merupakan pura umum tempat persembahyangan seluruh Umat Hindu, ” Beber Ketua DBS.

Saya selaku ketua/kelian kelompok DBS dan Pura Den Bukit Sinunggal mengucapkan terima kasih atas kerja semangat seluruh anggota kelompok dan juga sumbangan baik berupa makanan, material maupun dana dari berbagai pihak.” Ucap I Gede Budi Artana.

Disisi lain Gede Budi berharap kepada Pemkab Way kanan dapat juga membantu penyelesaian pembangunan Pura ini, sebagai tempat perkumpulan dan sarana ibadah keagamaan Umat Hindu. (Fik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *