30 views

FPKS: Pemkot Harus Segera Menyiapkan Skema Anggaran Terhadap Dampak Sosial Ekonomi Wabah Corona

Bandar Lampung – Penyebaran wabah virus Covid-19 atau Corona sudah sangat serius. Setiap hari jumlah korban terus bertambah, begitu pula wilayah penyebarannya. Data di Lampung hingga Minggu (5/4/2020), jumlah orang yang positif mencapai 13 orang, 2 di antaranya meninggal dan 2 orang dinyatakan sembuh. Sedang jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 1530 dan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 37 orang.

Ketua Fraksi PKS Kota Bandar Lampung Agus Djumadi mengatakan, wabah dan dampak Covid 19 sudah mulai merasuk di urat nadi kehidupan masyarakat. Setiap saat masyarakat dihantui dengan ketakutan karena jumlah penderita yang terus bertambah banyak setiap harinya, sementara langkah pemerintah baik di pusat maupun daerah belum terlihat nyata.

Setiap hari, kata Agus, pemerintah hanya aktif menyampaikan update tambahan jumlah korban sementara langkah nyata di lapangan tidak terlalu tampak nyata.

“Pemerintah hanya tampil di media untuk mengupdate jumlah korban virus corona, tapi terlihat lamban untuk mengatasi dampak sosial kemasyarakatan,” kritik Agus.

Di sisi lain, keluhan soal ekonomi mulai menjadi obrolan sehari-hari baik dari kalangan pengusaha, pelaku usaha kecil, buruh, sopir angkutan umum, pengemudi ojek online, pedagang dan pekerja lepas serta para guru honor di sekolah negeri dan swasta

Agus menilai, persoalan tersebut muncul akibat lemahnya upaya pemerintah dalam mencari solusi dan bertindak mengatasi wabah corona ini.

“Kami sangat mengapresiasi langkah pemerintah kota Bandar Lampung yang bergerak cepat untuk mengatasi penyebaran virus corona di kota ini. Berdasarkan informasi yang kami terima, Walikota dalam penanganan pandemi covid-19 tidak segan-segan mengeluarkan dana pribadi untuk membantu kebutuhan paramedis yang berada di garda terdepan menangani covid-19”, kata Agus, Minggu (5/4/2020)

Walikota juga telah membahas tentang menyiapkan mess sementara untuk tenaga medis yang menangani dan memeriksa pasien orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif covid-19 di Kota Bandarlampung yang bekerja di RS rujukan covid-19. Bahkan, Herman HN sedang menyediakan lahan pemakaman untuk pasien covid-19 yang tidak tertolong jiwanya.

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan pemerintah kota adalah persoalan dampak ekonomi. Pemkot harus bisa memastikan distribusi kebutuhan pangan mudah dijangkau. Kebutuhan sembako harus terjamin selama wabah virus corona belum hilang. Jangan sampai ada kasus penimbunan sembako di kota Bandar Lampung.

Berikutnya adalah adanya jaminan kebutuhan ekonomi berupa insentif untuk rakyat dalam memenuhi kebutuhan dasar. Harus diakui bawah wabah virus corona ini telah melemahkan perekonomian Indonesia. Daya beli masyarakat menurun. Maka disini peran pemkot menjadi penting dengan memberikan insentif untuk rakyatnya dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.

“Jika pemerintah pusat telah memutuskan menambah jumlah penerima manfaat program keluarga harapan (PKH), maka pemkot harus memastikan warga yang tidak mendapat manfaat PKH juga mendapat jaminan oleh pemerintah. Jika saat ini jumlah penduduk miskin kota Bandar Lampung berdasarkan data BPS sekitar 90 ribuan, dan penerima PKH sekitar 34ribuan, maka sisanya sebesar 56 ribuan harus dijamin juga”, kata Agus.

Caranya tentu dengan melakukan penataan kembali anggaran kota Bandar Lampung. Pemkot bisa mengundang DPRD untuk berbicara dan bermusyawarah merumuskan simulasi anggaran selama wabah corona berlangsung. Walaupun di pahami bersama bahwa kondisi keuangan di Bandar Lampung ini masih dalam kondisi yg belum stabil dan terbatas.

“intinya, sikap pemerintah harus cepat dalam penanganan pencegahan wabah corona. Memiliki strategi yang tepat serta langkah kongkret terhadap dampak sosialnya maka mudah-mudah Bandar Lampung bisa melewati masa-masa krisis ini dengan tenang dan aman, terutama jelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri” ujar Agus. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *