26 views

DPRD PRINGSEWU PERTANYAKAN PELANTIKAN KADISKES

PRINGSEWU – Pelantikan Dua Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemkab Pringsewu menjadi pertanyaan dikalangan legeslatif. Pasalnya dari dua pejabat tersebut satu diantaranya adalah Kadis Kesehatan yang saat ini peranannya sangat dibutuhkan  guna Penanganan Covid-19 di Kabupaten Pringsewu.

 

Demikian disampaikan oleh Sudiono Anggota DPRD Pringsewu menilai, mutasi jabatan yang dilakukan oleh Bupati Pringsewu tidak tepat sasaran. Karena, Bupati melakukan pergantian kepala Dinas Kesehatan yang kondisinya sangat genting dalam menangani wabah virus Corona. Harusnya,  Pemkab Pringsewu berkosentrasi dan fokus untuk menanggulangi Penyebaran Covid-19, dengan mengarahkan seluruh OPD untuk kompak saling bekerjasama, bahu-membahu untuk sama-sama mengantisipasi penyebaran virus Corona Pringsewu.”Menurut saya belum pas dalam situasi seperti ini ada pergantian kepala dinas. Karena saya anggap pergantian dua kepala dinas itu belum sangat urgent. Mestinya Pemkab Pringsewu lebih fokus dalam penangulangan dan pencegahan covid- 19 agar benar benar nol persen di Kabupaten Pringsewu dari covid 19,” katanya Kamis (2/4)

 

Selain itu juga, lanjut Sudiono, seharusnya dalam kondisi saat ini jabatan sebagai seorang Kadiskes harus diperkuat, bukan malah digeser dari jabatan Kadiskes.”Coba kita lihat siapa nanti yang jadi Plt nya. Soalnya dibutuhkan seorang kadis dalam situasi darurat ini yang harus berani mengambil sikap tegas dan dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

 

Sudiono menambahkan,  sah sah saja bupati mengganti sekaligus melantik para pejabat tersebut cuma saja, tidak pasnya kebetulan situasi kondisi saat ini belum pas, atau dari segi kepatutanya apalagi ada salah satu dari Dinas tersebut kebetulan sebagai Tim Gugus Tugas penanggulangan penyebaran covid – 19.

 

Tidak Ada aturannya kemungkinan terjadi pergantian kepala Dinas kesehatan. Ada catatan diluar dari program kesehatan yang kemungkinkan tidak tercapai, misalkan terjadi adanya kasus DBD di kabupaten Pringsewu yang cukup tinggi yang diduga KLB, bila dibandingkan daerah kabupaten Kota lain secara nasional menduduki rengking. Oleh karena itu agar tidak tetjadi kembali dalam situasi covid-19 bupati mengambil kebjiakan meroling atau memindahkan ditempat lain.

 

Harapan saya sebagai wakil rakyat dari Fraksi Gerindra, jika nanti ada penggantinya tidak sembarang orang, dia harus cekatan dan sigap, tegas, berani mengambil keputusan, dan yang lebih penting punya trece record bagus serta mempunyai dan menguasai keilmuan dalam bidang kesehatan, meskipun tidak harus dokter .”Tidak harus dokter tapi punya ilmuan yang mempuni dalam menangani segala penyakit penyakit menular, atau kesehatan masyarakat lainnya,” tegasnya. (top) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *