31 views

Basarnas Lampung Bantu Evakuasi Penumpang KMP Mutiara Sentosa

Bakauheni – Basarnas Lampung bantu proses evakuasi penumpang KMP Mutiara Sentosa pada Sabtu (25/04).

Kronologis kejadian tsb adalah KMP Mutiara Sentosa III yg memiliki rute pelayaran Pelabuhan Tj. Priuk menuju Pelabuhan Panjang mengalami mati mesin disekitar Perairan Tanjung Tua, Bakauheni Lampung Selatan, Lampung pada hari Jumat (24/04) pada pukul 10.15 WIB. Penyebab dr mati mesin tersebut masih belum diketahui penyebab utamanya dan masih dlm penyelidikan pihak terkait. Kemudian para penumpang kapal tersebut meminta kepada pihak kapal untuk meminta pertolongan dan melakukan evakuasi.

Basarnas Lampung menerima laporan tsb dari Bp. Reza (personil Basarnas Banten) pada Sabtu (25/04) pukul 09.00 WIB. Menindaklanjuti laporan tsb Basarnas Lampung menggerakkan alut utamanya RIB 02 Bakauheni dengan personil Pos SAR Lampung Selatan dan KN SAR 224 Basudewa dengan ABK nya menuju lokasi kejadian dan melakukan evakuasi. Sementara itu pada saat yg bersamaan terdapat KN SAR Ramawijaya (milik Basarnas Mentawai) dengan rute Jakarta menuju Mentawai sedang melintas dekat dengan lokasi kejadian. Dengan koordinasi dr pihak Basarnas dan KSOP Pelabuhan Panjang proses evakuasi segera dilakukan, KN SAR Ramawijaya tiba pertama di lokasi pd pkl 14.20 WIB dan melakukan evakuasi penumpang trip pertama menuju ke pelabuhan panjang dg membawa 50 org penumpang. Selanjutnya KN SAR 224 Basudewa pd pukul 18.18 WIB mengevakuasi sebanyak 27 orang penumpang KMP Mutiara Sentosa menuju Pelabuhan Panjang. Namun ada beberapa penumpang yg tidak mau dievakuasi dan masih bertahan di kapal sebanyak 17 orang.

Dalam statemennya Kepala Basarnas Lampung Jumaril, S.E., M.M. menyatakan bahwa proses evakuasi ini tetap memperhatikan protokoler kesehatan dengan membawa personil Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Panjang dan melaksanakan pemeriksaan kesehatan kepada penumpang dan melakukan pendataan. Total penumpang yang dievakuasi dengan kapal milik Basarnas yaitu sebanyak 77 penumpang (50 penumpang dengan KN Ramawijaya dan 27 penumpang dengan KN Basudewa) dan 17 penumpang memutuskan untuk tetap bertahan di kapal, ujar Pak Jumaril. Dalam proses evakuasi ini juga terlibat KSOP Pelabuhan Bakauheni, KSOP Panjang, KKP Pelabuhan Panjang, Ditpolairud Polda Lampung, PT Atosim (pemilik kapal) dan Kru KN SAR Ramawijaya. (Rls)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *