28 views

Anak-anak Panti Asuhan Butuh Uluran Tangan

Bandarlampung – Sejak kebijakan sekolah di rumah akibat pandemi Virus Corona diberlakukan, sebanyak 59 anak asuh Panti Asuhan Peduli Harapan Bangsa masih bertahan didalam panti sepanjang hari. Biasanya setiap pagi mereka meninggalkan Panti menuju ke sekolah masing-masing. Hal ini sangat berdampak pada meningkatnya kebutuhan pokok. Sedangkan jumlah bantuan yang diterima pengelola Panti menurun drastis. Hal ini diungkapkan Amir Hamzah selaku Ketua Forum Daerah LKS-LKSA Kota Bandar Lampung saat ditemui tim media ACT Lampung Selasa (7/4).

Menurut Amir, pandemi Virus Corona ini sangat berdampak pada kondisi psikologi dan perekonomian masyarakat. Banyak sektor usaha yang tergerus omsetnya akibat kebijakan Work From Home (WFH) maupun penundaan kegiatan yang melibatkan kerumunan warga. Salah satu contohnya usaha Papan Bunga yang menjadi sumber pemasukan untuk Panti Peduli Harapan Bangsa. Operasional terpaksa berhenti beroperasi karena tidak ada event.

Dampaknya jumlah bantuan yang diterima pengelola baik dari donatur umum maupun perusahaan menurun. Biasanya dalam sepekan datang hingga sepuluh donatur yang menyalurkan bantuan. Namun sejak pandemi Corona hanya satu donatur bahkan kadang nihil.

Dari sisi kebutuhan untuk anak asuhnya semakin meningkat. Setiap hari pengelola harus menyiapkan sekitar 300 porsi. Sedangkan sebelum terjadi Corona hanya memenyiapkan 150 porsi. “Sekarang anak asuh berada disini 24 jam, kebutuhan makan jadi meningkat, anak-anak cepat lapar karena aktif beraktifitas,” jelasnya.

Lanjut Amir, minimnya bantuan dari donatur menyebabkan anak asuh harus berbagi pasta gigi dan sabun mandi. Supaya semua anak tetap menggunakan perlengkapan mandi, satu pasta gigi dan sabun mandi dipakai hingga lima orang. Menurutnya, tidak ada pilihan lain kecuali efisiensi pengeluaran sehingga logistik yang ada dapat bertahan hingga beberapa hari.

Saat Ramadhan nanti kebutuhan anak asuh diprediksi semakin meningkat. Perubahan menu makanan tak dapat terelakan. Pengelola sangat memperhatikan nutrisi dan rasa makanan supaya anak asuh tetap sehat dalam kondisi berpuasa. Selain itu kebutuhan sandang menjelang Idul Fitri nanti juga sudah dipikirkan. Pihaknya sudah mencoba menghubungi beberapa donatur, namun sebagian belum bisa memberi kepastian lantaran perekonomianya sedang tidak stabil.
“Kami berharap bantuan dari masyarakat Lampung karena memang kondisi logistik disemua panti sangat minim,” harapnya.

Marketing Komunikasi ACT Lampung Hermawan Wahyu Saputra mengatakan bantuan logistik berupa sembako dan perlengkapan mandi sudah disalurkan ke 14 Panti Asuhan. Meskipun bantuan masih jauh dari cukup namun itu menjadi bentuk empati atas minimnya stok logistik disetiap panti.

Kedepan total ada 35 Panti Asuhan yang ditarget menerima bantuan. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut berperan serta.

Kebutuhan yang sangat penting untuk disalurkan meliputi sembako, perlengkapan mandi, perlengkapan tidur, perlengkapan ibadah dan pakaian baru. “Saat puasa nanti diharapkan masyarakat dapat menyalurkan Zakat, Infaq dan Shodaqoh melalui ACT Lampung maupun langsung ke Panti Asuhan, adik-adik ini semua tanggung jawab kita bersama, semoga mereka bisa menjalani ibadah puasa dengan lancar dan keadaan sehat,” tutupnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *