41 views

Akademisi Sarankan Pilkada Diundur Tahun 2021

Bandarlampung – Berbeda dengan sikap para bacalon yang kukuh tetap maju jika pilkada digelar Desember, para akdemisi di Lampung kompak meminta pelaksanaan pilkada ditunda sampai Tahun 2021.

Akademisi Universitas Lampung (Unila), Budiono menyarankan kepada KPU supaya menunda pelaksanaan pilkada ini sampai tahu 2021. “Karena lebih baik dana pilkada tahun ini digunakan untuk penangulangan pandemi Covid-19,” ujarnya.

Menurutnya, tidak baik mengadakan pilkada tahun ini dikarenakan kondisi masyarakat dan negara sedang menghadapi bencana kesehatan yang memerlukan perhatian dan dana yang besar. “Makanya saran saya pilkada ditunda lebih dulu,” tukasnya.
Senada juga disampaikan, Akademisi Unila lainnya, Dedy Hermawan. Dosen FISIP Unila menyarankan agar KPU melakukan pengunduran jadwal pilkada.

Karena, masih kata dia, semua pihak, mulai dari unsur pemerintah, masyarakat dan swasta saat ini sedang fokus bagaimana mengakhiri bencana covid 19. Semua pihak tersebut dan aktivitas diarahkan ke persoalan tersebut termasuk program dan anggaran. “Saya pikir, KPU pun melakukan hal yang sama, seperti pengunduran jadwal pilkada. Namun, semua masih belum pasti, sangat tergantung dengan kapan berakhirnya covid 19,” ujarnya.

Untuk itu KPU pun sebaiknya menyiapkan plan B, plan C, dan seterusnya untuk mengantisipasi apabila bencana ini belum berakhir cepat. “Sebaiknya memang ditunda kegiatan KPU yang sifatnya bertentangan dengan protokol pencegahan covid 19, optimalkan kerja WFH, berbasis online,” pungkasnya.

Terpisah, tokoh masyarakat yang juga mantan Ketua KPU Pringsewu, Andreas Andoyo sepakat juga pilkada sebaiknya ditunda sampai tahun 2021.

Menurutnya, pilkada yang akan di gelar Desember 2020 sangat tergesa-gesa. “Kita tidak tahu kapan covid ini akan berakhir, jika dipaksakan Desember 2020 berarti bulan Juni ini akan mulai tahapan, resiko tinggi jika pandemi covid 19 belum berakhir, lebih baik di tunda tahun 2021, dengan penundaan itu anggaran juga bisa dialihkan untuk penanganan covid,” jelasnya.

Senada dengan koleganya, mantan Ketua KPU Kota Bandarlampung, Fauzi Heri juga berpendapat sebaiknya pilkada ditunda sampai pandemi Covid-19 hilang.

Lanjutnya, untuk mengisi waktu di tengah wabah corona ini, KPU agar membuat terobosan dengan memanfaatkan sosial media termasuk youtube untuk memberi video dan konten lainnya yang berisi pendidikan politik kepada masyarakat.

“Pandemi Covid 19 belum bisa dipastikan kapan berakhir. Kita berdoa semoga wabah ini cepat berakhir. Pelaksanaan Pilkada dalam tahapan verifikasi calon perseorangan dan pemutakhiran data pemilih melibatkan orang banyak yaitu petugas dan masyarakat. Tak mungkin bisa dilakukan jika wabah corona belum hilang. Pilkada sebaiknya memang ditunda sampai virus corona hilang,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Lampung, Ali Sidik mengatakan pihaknya sampai saat ini tengah menunggu Perpi terkait melanjutkan tahapan pilkada. “Yang pasti saat ini KPU masih menunggu Pemerintah menerbitkan Perpu untuk melanjutkan tahapan pilkada,” singkatnya. (cah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *