17 views

400 Warga Way Muli dan Pulau Sebesi Terima Masker

Bandarlampung – Pasca erupsi Gunung Anak Krakatau pada 10 April 2020 sekitar pukul 21.58 Wib hingga dini hari, warga Desa Way Muli Induk dan Pulau Sebesi membutuhkan alat pelindung diri berupa masker. Aroma belerang yang muncul berbarengan dengan abu vulkanik membuat sebagian warga merasa sesak dan batuk-batuk.

Untuk itu tim relawan tanggap Covid 19 ACT Lampung menyalurkan 400 masker untuk warga Desa Way Muli Induk Kecamatan Rajabasa dan Pulau Sebesi. Masker dan makanan siap santap dititipkan kepada pemilik perahu di Dermaga Canti untuk selanjutnya dibagikan kepada warga yang menghuni Pulau Sebesi.

Untuk di Desa Way Muli masker diserahkan kepada sejumlah warga dan Petugas Posko Tanggap Covid 19 yang terletak di Balai Desa Way Muli Induk.

Menurut Kepala Program ACT Lampung Regina Locita Pratiwi pembagian masker dalam upaya mencegah penyakit yang ditimbulkan aroma belerang. Disamping saat ini Pemerintah menghimbau untuk selalu menggunakan masker ditengah Pandemi Corona.

Bantuan yang disalurkan berasal dari beberapa mitra ACT diantaranya Emak-emak Preneur, Muslim TDA, Apotik Carera , Nuola Food, Sedop Nasi Kuning dan Bimbel Adinda.

“Ini merupakan respons kami untuk warga Pesisir yang tengah khawatir akan erupsi susulan. Warga disini juga mengalami penurunan perekonomian sehingga tetap harus dibersamai dengan bantuan terbaik,” jelasnya.

Warga Way Muli Induk Rena Anggraini (27) mengaku nekad berdagang dipinggir laut lantaran kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi. Meskipun ada erupsi GAK tak menyurutkan semangat untuk mengais rejeki. Menurutnya pengunjung pantai saat ini sangat sepi akibat pandemi Corona sehingga omsetnya juga anjlok.

Dengan adanya bantuan masker dan makanan siap santap membuat dirinya bahagia karena masih terus dibersamai sejak Tsunami Selat Sunda.

“Iya sekarang yang mandi di Pantai sepi jadi dagangan kurang laku, saya tetap jualan karena kebutuhan dirumah harus terpenuhi, kemarin kerasa banget bau belerangnya sampe sesak batuk-batuk,” tuturnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *