42 views

Sudah 25 Orang Meninggal

Bandarlampung – Pemerintah Indonesia kembali mengupdate penambahan kasus positif corona. Kini sudah menyentuh 309 orang per 19 Maret pukul 12.00 WIB, dengan total kematian 25 orang. Hal itu diumumkan oleh juru bicara pemerintah penanganan corona Achmad Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, kemarin.

“Pasien positif virus Corona (COVID-19) yang meninggal dunia bertambah. Per hari ini, total ada 25 pasien yang meninggal. Maka total kasus kematian 25. Total kematian ini adalah 8 persen dari pasien yang kita rawat,” kata Achmad Yurianto.

“Ada penambahan kasus yang meninggal di DKI 5 orang sehingga jumlahnya 17 orang, ada penambahan kasus di Jateng 1 orang, sehingga yang meninggal 3 orang,” ujarnya.

Jumlah positif 309 itu, satu di Provinsi Bali, tidak ada penambahan kasus. “Di Bali ada satu orang. Banten, ada penambahan kasus sebanyak 10 orang jadi total 27 orang. DIY ditambah 2 orang, total 5 orang. DKI Jakarta 52 orang, total 210 orang, Jabar tambah kasus 2 orang total 26 orang. Jawa Tengah 12 orang, Jawa Timur total kasus 9 orang,” kata Yurianto.

“Lalu Kaltim 3 kasus, di Riau total 3 orang, Sulut tetap 1, Sumut menjadi 2, Sulteng 3 kasus baru, Sulsel 2 kasus baru, Lampung tetap 1, Riau jumlahnya 2. Total kasus 309 orang,” tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menggelar rapat terbatas mengenai percepatan penanganan virus corona, Kamis (19/3). Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen (TNI) Doni Monardo menyatakan ada sejumlah poin penting yang menjadi perhatian Presiden Jokowi.

Salah satunya meningkatkan peran kepala daerah untuk fokus mengedukasi, sosialisasi dan mitigasi penyebaran virus corona. Selain pimpinan daerah, Jokowi kata Don Monardo, meminta peran kelurahan dan desa untuk mengedukasi masyarakat soal bahayanya penyebaran virus corona ini.

Terpisah, Gugus tugas Covid -19 Provinsi Lampung, merawat dua anak balita dalam pengawasan (PDP) virus coron atau Covid-19. Kedua balita itu kini dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit (RS) Belleza Kedaton, Bandar Lampung.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana mengatakan, bahwa kedua balita itu berjenis kelamin perempuan dengan usia 1 tahun dan 2,5 tahun. “Kondisi kedua balita itu panas, demam, batuk dan sedikit sesak nafas,” kata Reihana saat ditemui usai Rapat Koordinasi Penanganan Virus corona di Auditorium Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Rabu (18/3).

Menutut Reihana, riwayat kedua balita tersebut tidak dari daerah yang positif Covid-19 di Indonesia. Tetapi, salah satu keluarga dari masing-masing kedua balita itu baru pulang dari Jakarta. “Sudah kami ambil swap-nya, dan keluarga memang meminta untuk diisolasi untuk antisipasi dan memutus rantai penyebaran virus,” kata Reihana.

Reihana menambahkan, kedua balita itu untuk sementara tidak dirujuk ke RS Abdul Moeloek dan hanya diisolasi di RS tipe B. “Yang dirujuk ke RS Abdul Moeloek, pasien yang sesak nafas dan memerlukan ventilator, alat bantu pernapasan. Jika tidak, diisolasi di rumah sakit tipe B. Kami sudah minta agar setiap rumah sakit di Lampung memiliki ruang isolasi,” kata Reihana.

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) mengatakan, Pemerintah Provinsi Lampung menganggarkan alokasi dana untuk membeli alat perlindungan diri bagi petugas medis. “Iya sudah kami anggarkan untuk alat perlindungan diri,” kata Nunik.

Nunik juga memastikan, setiap rumah sakit di Provinsi Lampung tidak akan menolak pasien terkait antisipasi virus corona ini. “Sudah kami instruksikan, tidak ada rumah sakit yang boleh menolak. Sanksinya pidana. Pembiayaan ditanggung oleh pemerintah,” kata Nunik. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *