33 views

Perahu Rycko Aman

Bandarlampung – Bakal calon walikota Bandarlampung, Rycko Menoza dipastikan melenggang pada pilkada serentak 23 September 2020 mendatang. Pasalnya, politisi Partai Golkar ini telah aman perahunya untuk tarung memperebutkan kursi nomor satu di Kota Tapis Berseri. Setelah mendapat Surat Tugas dari DPP Partai Golkar, mantan Bupati Lampung Selatan ini juga berpeluag bakal mendapat rekomendasi dari PKS.

Ketua DPW Partai Keadilan sejahtera (PKS) Lampung, Ahmad Mufti Salim mengungkapkan, untuk bahwa saat ini nama Rycko Menoza dan Yusuf Kohar paling berpeluang mendapat rekom PKS di pilwakot Bandarlampung. Hal itu setelah bakal calon lainnya, Eva Dwiana, mengumumkan nama Dedi Amirullah sebagai bakal calon pendampingnya.

“PKS kan berharap punya targetan kader maju. Kalau Bu Eva sudah mengunci dengan Dedi Amirullah, peluangnya kecil, peluang kader (PKS) masuk,” kata Mufti, kemarin.

“Fokus PKS (enam kursi di DPRD) ingin ada kader maju, minimal wakil. Karena Bu Eva mengumumkan wakilnya Dedi Amirullah, peluangnya tentu paling kecil. Sedangkan Bung Rycko sama Pak Yusuf masih membuka ruang kader,” lanjutnya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung ini juga membeberkan bahwa Pilkada Metro dan Bandar Lampung menjadi prioritas PKS lantaran di dua daerah tersebut PKS memiliki pimpinan dewan.

Mufti mengungkapkan bahwa ada beberapa kriteria yang dikedepankan PKS dalam menentukan rekom, yaitu target ada kader yang maju, potensi menang, dan hubungan yang harmonis.

“Kriteria potensi menang itu juga didalamnya banyak ya, ada analisa kualititatif. Seperti bersama-sama membangun. Sekarang kan sering ada kepala daerah yang tidak klop, nggak harmonis. Nah, sebab itu harus ada komitmen. Nggak setinggal kalau bahasa kita,” ujarnya.

“Target menangnya PKS di Bandar Lampung dan Metro. Bandar Lampung dan Metro kita punya pimpinan dewan. Menindaklanjuti pemilu yang lalu, Metro dan Bandar Lampung jadi prioritas,” tambahnya.

Berbicara terkait rekomendasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Lampung, Mufti mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada enam rekomendasi yang disetujui DPP PKS.

Tiga rekom, kata Mufti, sudah keluar dan telah sampai di Lampung. Sedangkan tiga rekom lainnya sudah disetujui DPP PKS, namun belum diterima di Lampung.

“Kalau di PKS (rekom) sudah ada. Yang sudah kami terima tiga rekom. Yang tiga lainnya sudah disetujui DPP tapi belum (diterima) di Lampung. (Total) enam sudah disetujui,” kata Mufti.

Meski demikian, Mufti masih enggan untuk membeberkan daerah mana saja yang sudah mendapat restu dari DPP PKS tersebut.
“Tapi belum untuk diumumkan. Target April ya. Karena kami Masih konsentrasi untuk mengatasi Covid-19 ini. Jadi sementara (waktu) nggak dihabiskan untuk pilkada,” Jelas Mufti.

Di Pilkada Metro, Mufti mengungkapkan bahwa kepastian dirinya bergandengan dengan Ketua DPD NasDem Metro Saleh Candra masih dalam progres. “Masih progres,” tandasnya.

Terpisah, Empat bakal calon bupati/walikota dari Partai Golkar mendapat surat tugas dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Menariknya, empat bakal calon kepala daerah yang mendapat surat tugas dari DPP Golkar tidak semuanya kader Golkar.

Keempat penerima surat tugas yaitu: H. Tony Eka Chandra (Lampung Selatan); Rycko Menoza (Bandarlampung), Musa Ahmad (Lampung Tengah), dan Dendi Ramadhona (Pesawaran).

Keluarnya surat tugas DPP Partai Golkar disampaikan fungsionaris DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Ismet Roni, SH, dalam konferensi pers di aula kantor DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung, Selasa (24/3).

“DPP Golkar telah memutuskan memberikan surat tugas kepada empat bakal calon bupati/walikota. Surat tugas yang pertama diberikan untuk bakal calon Bupati Lampung Selatan (Lamsel) H Tony Eka Candra,” kata Ismet Roni.

Surat tugas yang kedua diberikan DPP Golkar kepada bakal calon Walikota Bandarlampung Rycko Menoza. DPP Golkar juga mengeluarkan surat tugas untuk Musa Ahmad bakal calon Bupati Lampung Tengah (Lamteng).

Sedangkan surat tugas terakhir DPP Golkar memberikan kepada Dendi Ramadhona, bakal calon Bupati Pesawaran incumbent “Surat tugas DPP Golkar ini dikeluarkan di Jakarta pada 20 Maret 2020, ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Bapak Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jendral Bapak Lodewijk F Paulus,” tutur Ismet yang digadang-gadang Ketua DPD Partai Golkar Lampung Arinal Djunaidi sebagai Sekretaris Golkar Lampung ini.

Dalam surat tugas tersebut, para penerima berkewajiban untuk melaksanakan beberapa hal. Pertama, membangun komunikasi dengan partai politik (parpol) lain dalam rangka kepentingan Pilkada serentak tahun 2020 di kabupaten/kota masing-masing guna kemenangan pasangan calon (Paslon) yang akan ditetapkan Partai Golkar.

Kedua, kata Ismet, membangun komunikasi dengan calon wakil kepala daerah kabupaten/kota masing-masing untuk menentukan Paslon yang akan diusung oleh Partai Golkar dalam Pilkada serentak tahun 2020. Terakhir, melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab dan hasilnya akan dilaporkan kepada DPP Partai Golkar melalui DPD I Golkar Provinsi Lampung.

Hadir dalam konferensi pers antara lain, anggota Fraksi Golkar DPR RI Hanan A Rozak, Ketua dan anggota Fraksi Golkar DPRD Lampung H. Tony Eka Candra, Supriyadi Hamzah dan I Made Bagiasa. Semua fungsionaris Golkar yang menyampaikan jumpa pers mengenakan masker. (cah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *