30 views

Pengganti Esti Belum Jelas

Bandarlampung – Komisi Pemiliha Umum (KPU) RI sampai saat ini belum menetapkan calon pengganti Esti Nur Fathonah yang diberhentikan dari jabatannya sebagai Anggota KPU Provinsi Lampung.

Meskipun, KPU RI telah memanggil Titik Sutriningsih yang juga Ketua KPU Lampung Selatan (Lamsel), kemarin. Namun, KPU RI belum bisa memastikan Titik bakal menggantikan Esti.

Seperti diketahui, berdasarkan pengumuman KPU RI nomor 60/SDM.12-Pu/05/KPU/X/2019, tertanggal 14 Oktober 2019, tentang penetapan calon anggota KPU Provinsi Lampung, Titik Sutriningsih berada di urutan ke delapan. Setelah M Tio Aliansyah (Anggota KPU Lampung).

“Masalah PAW (pergantian antar waktu) kita sudah keluarkan SK (surat keputusan) pemberhentian kepada beliau (Esti, red),” ujar Komisioner KPU RI Ilham Saputra saat saat diwawancarai di Kantor KPU Lampung.

Menurutnya, Titik berhak menggantikan posisi Esti di KPU provinsi setempat karena berada diurutan 8 setelah M. Tio Aliansyah. Sedangkan di urutan kesembilan adalah Warsito, urutan kesepuluh Sri Fatimah, dan kesebelas Marthon.

“Tadi kami mewawancarai calon berikutnya (Titik). Kita sudah wawancara Ibu Titik. Hasil wawancara ini akan kita bawa ke rapat pleno (KPU RI),” jelasnya.

Sayangnya, Ilham tidak memberi penjelasan terkait hasil dari wawancara itu. Namun dia memastikan bahwa dalam waktu dekat pelantikan untuk menggantikan posisi Esti di KPU Lampung akan segera terlaksana.

“Nanti segera kita buatkan SK pelantikan, kalau disetujui di rapat pleno (KPU RI). Dari hasil rapat pleno baru bisa dipastikan, kapan beliau (Titik) bisa segera kita lantik,” terangnya.

Terpisah, Esti Nur Fathonah mengatakan bahwa hingga kini dia belum menerima surat pemberhentian (bentuk fisik) dari KPU RI.
“Saya baru terima via whatsapp, semalem. Fisiknya belum saya terima,” tuturnya.

Esti merasa ada yang janggal dengan hal tersebut. “Padahal surat itu tertanggal 17 Februari,” ujarnya.

Terkait keputusan pemberhentian tersebut, Esti belum dapat menerimanya. Dia pun masih berfikir untuk menempuh langkah hukum selanjutnya. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *