29 views

Parpol Dorong Isi Wabub Mesuji Segera

Mesuji – Sejumlah partai politik (parpol) di Kabupaten Mesuji terus mendorong pengisian wakil bupati setempat dilakukan segera pasca dilantiknya Saply menjadi bupati definitif. Menggantikan Khamami yang tersandung kasus korupsi.

Setelah Partai Amanat Nasional (PAN), kini giliran Partai Golkar yang menginginkan proses pengisian wakil bupati mesuji segera dilakukan.

Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD II Partai Golkar Mesuji, Parsuki, secara konstitusional posisi wakil bupati Kabupaten Mesuji memang harus segera diisi.

Menurutnya lagi, hal itu sesuai dengan amanat Pasal 176 pasal (4) Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota yang menyatakan Pengisian kekosongan jabatan Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota dilakukan jika sisa masa jabatannya lebih dari 18 (delapan belas) bulan terhitung sejak kosongnya jabatan tersebut.

“Jadi sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak mengisi kursi wakil bupati karena ini memang amanat Undang-undang nomor 10 tahun 2016 pasal 176 ayat 2 jelas, terang benderang, dan secara jelas juga di aturan itu yang berhak mengajukan usulan itu partai politik bukan Bupati,” terang Parsuki, kemarin.

Untuk itu dirinya akan berkoordinasi dengan Ketua DPD partai golkar Kabupaten Mesuji untuk mendorong agar segera duduk bersama dengan partai pengusung yang lainya untuk menentukan siapa yang akan diusung menjadi wakil bupati mesuji untuk mendampingi H. Saply TH.

“Karena Pengisian kekosongan jabatan Wakil Kepala Daerah di dalam sistem Pemerintahan Daerah masih sangat diperlukan untuk membantu Kepala Daerah dalam menjalankan roda
Pemerintahan dari aspek pengawasan, mengendalikan jumlah penduduk di daerah, dan membantu Kepala Daerah menyelesaikan beban dan kerumitan pekerjaan Kepala Daerah yang sangat luas cakupannya,” tambahnya.

Selain itu DPD II Partai Golkar Kabupaten Mesuji agar secepatnya untuk berkoordinasi dengan Pimpinan DPRD kabupaten Mesuji untuk segera mengambil langkah langkah yang diperlukan.

“Karena kalau semua menunggu dan menunggu tidak ada yang memulainya diyakinkan tidak akan ada wakil sampai masa jabatan bupati mesuji periode 2017-2024 selesai. Kita kesampingkan dulu kepentingan pribadi, mari kita utamakan kepentingan untuk masyarakat secara umum,” tandasnya.

Terpisah, Partai Demokrat Kabupaten Mesuji juga tak tinggal diam akan kekosogan kursi jabartan wakil bupati pasca ditinggalkan Saply yang didaulat kementrian Dalam Negri (Kemendagri) melalui Gubernur Lampung menjadi Bupati Mesuji mengantikan Khamami yang tersandung masalah hukum.

Bahkan salah satu Kader Muda Partai Demokrat Kabupaten Mesuji, Suyanto menyebut siap berkompetisi dengan partai koalisi lainya untuk pengisian kursi wakil bupati Mesuji. “Mengapa tidak, kamikan (Demokrat, red) adalah bagian dari koalisi pemenangan Khamami-Saply dalam pilkada lalu, “terang Suyanto.

Apalagi, tambah Suyanto yang juga anggota DPRD Mesuji ini, untuk mengisi kursi wakil Bupati Mesuji yang saat ini kosong adalah hak semua kader partai pengusung. “Tinggal sekarang kami akan komunikasikan di intern partai, Tapi pada dasarnya saya siap untuk mendampingi Bupati Mesuji jika memang dipercaya oleh partai,” tandasnya.

Lebih lanjut, pengisian kursi wakil bupati Mesuji ini dianggap sangat penting mengingat luas wilayah kabupaten Mesuji, serta permasalah yang cukup komplek. (apr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *