83 views

Kherlani Lawan Berat Agus

Bandarlampung – Bakal calon bupati Pesisir Barat (Pesibar), Kherlani tampaknya bakal menjadi lawan berat petahana Agus Istiqlal pada pilkada setempat 23 September 2020 mendatang.

Selain pernah menjabat sebagai Pjs. Bupati Kabupaten Negeri Para Saibatin dan Ulama, mantan Wakil Walikota Bandarlampung periode 2005 – 2010 itu mendapat dukungan dari sejumlah partai politik. Setidaknya sudah ada lima partai politik yang siap mendukungnya maju. Adalah Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, PBB, dan Perindo.

Dikonfirmasi hal tersebut, Kherlani tak menampiknya. Dirinya mengaku telah intens menjalin komunikasi dengan lima partai politik tersebut. “”Ada beberapa partai politik yang sejauh ini berkomunikasi baik dengan kita. Seperti Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, Perindro, dan PBB. Dan saya melihat mereka welcome ketika saya menyatakan ingin maju di Pesisir Barat,” terangnya, kemarin.

Dirinya juga optimis dapat mendapatkan rekomendasi partai. Seperti PDI Perjuangan, meskipun dirinya tidak ikut dalam penjaringan bakal calon kepala daerah PDI Perjuangan. Hal itu ditunjukkan dirinya dipanggil secara langsung oleh PDI Perjuangan pada saat Rakerda beberapa waktu lalu.

“Dengan PDI Perjuangan saya juga bagus. Meski tidak ikut penjaringan, tapi saya waktu Rakerda DPD PDI Perjuangan di Hotel Sheraton beberapa waktu lalu. Disitu mereka DPC, DPD, dan DPP duduk bareng dan menanyakan keseriusan saya maju di Pesibar,” jelasnya.

Bahkan, lanjut dia, dirinya pun siap untuk dipasangkan dengan kader PDI Perjuangan untuk maju di pilkada Pesibar melawan petahana Agus Istiqlal.

“Kalau ini namanya konsekuensi politik. Namanya kita ikut dalam proses dan mekanisme partai. Kita mesti ikut aturan partai. Dan terkait siapa wakilnya kembali kita serahkan kepada partai koalisi nantinya,” tukasnya.

Lebih lanjut, dirnya pun juga mengungkapkan siap melawan dan menumbangkan petahana Agus Istiqlal. “Namanya orang maju pasti akan berlawanan langsung dengan incumbent. Artinya kita mesti siap untuk melawan incumbent,” ujarnya.

Diakuinya, namanya petahana pasti mempunyai kekuatan politik yang kuat. Terlebih, petahana telah memimpin selama lima tahun.

“Tapi bukan berarti incumbent tidak punya celah untuk digoyang. Bisa dicontohkan, pilgub kemarin, petahana bisa dikalahkan. Pesawaran, petahananya waktu pilkada lalu juga bisa dikalahkan. Artinya, incumbent meski punya kekuatan politik, tapi masih bisa untuk dikalahkan,” ungkapnya.

Terkait pencalonnya, dirinya juga telah menyampaikan keinginannya untuk maju pilkada kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. “Dan beliau (Gubernur) menyambut baik. Dan jika pada akhirnya saya mendapat rekomendasi dari partai, saya pasti akan mundur dari jabatannya saya sebagai PNS. Karena itu juga termasuk aturannya, sebelum daftar di KPU saya pasti sudah mundur dari PNS,” tukasnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bidang Komunikasi Politik, Yanuar Irawan mengungkapkan, partainya berpeluang bakal mengusung Kherlani pada pilkada Pesibar, meskipun Kherlani tidak mengikuti penjaringan di PDI Perjuangan.

Terlebih, masih kata dia, masyarakat Pesibar merindukan rencana Kherlani yang belum terlaksana sewaktu menjabat sebagai Plt. Bupati.

“Tapi kalau DPP sudah memutuskan Kherlani, ya bisa saja. Dia (Kherlani) kan punya catatan historis di Pesibar. Dia kan pernah menjabat Plt. Bupati. Ya paling tidak dia mengerti Pesibar seperti apa. Dan tokoh disana juga merindukan rencana beliau yang sampai saat ini belum terealisasi,” bebernya.

Ketua Komisi V DPRD Lampung ini juga mengatakan, partainya tidak pernah memperhitungkan kadernya bakal duduk sebagai calon bupati atau calon wakil bupati. Namun, masih kata dia, yang terpenting adalah bagaimana calon yang diusung partainya ini menang.

“Kita tidak melihat nomor satu atau nomor dua. Tapi kita melihat bagaimana caranya PDI Perjuangan ini dapat memenangkan pilkada,” tukasnya.

Seperti diketahui, Kherlani telah mengikuti penjaringan sebagai bakal calon bupati Pesibar di sejumlah partai politik. Salah satunya Partai Golkar. Dirinya pun dikabarkan berpeluang besar mendapat rekomendasi Partai Golkar. (Cah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *