43 views

EMAK-EMAK LANSIA WISUDA TAHFIZ QURAN

PRINGSEWU – Sebanyak 19 ibu-ibu lanjut lansia, mengikuti mewisuda santri tahfizh khusus emak – emak angkatan kedua yang digelar oleh Lembaga Amil Zakat Abdurahman Bin Auf (LAZ ABA) Pokja Kabupaten Pringsewu melalui Rumah Tahfizh Qur’an Abdurrahman Bin Auf (RTQ ABA)
Prosesi wisuda diadakan di Cabang RTQ ABA 2 (Ponpes Darul Adab Profetika) jalan Johar 1 Kelurahan Pringsewu Timur Kecamatan Pringsewu, Minggu (1/3). Prosesi wisuda juz 30 yang dipimpin oleh Ustadz Abdurrahman Al-Hafizh. Peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, mantan guru, mantan bidan hingga pelaku usaha. Bahkan ada 3 santri emak emak yang berusia di atas 60 tahun, mereka adalah Suratmi (67 th), Siti Khomsiah (61 th) dan Siti Musrofiah (66 th).
Ustadz Latief Al Imami selaku koordinator RTQ ABA wilayah Pringsewu mengatakan, LAZ ABA sebagai lembaga yang secara konsisten memberikan ‘Maslahat Untuk Umat’ dan memiliki banyak program. Mulai dari program sosial, dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi umat dan lainnya.”Dan salah satu program di bidang pendidikan adalah adanya RTQ ABA yang saat ini Alhamdulillah di Kabupaten Pringsewu telah tersebar di dibeberapa titik, mulai RTQ ABA 1 di jalan Pekon Klaten, RTQ ABA 2 di Kelurahan Pringsewu Timur, RTQ ABA 3 di Pajaresuk dan RTQ ABA 4 di Kelurahan Pringsewu Utara,” katanya.
Menurutnya, tujuan didirikan RTQ ini merupakan sebuah cita – cita yang luhur yakni menciptakan insan yang Qur’ani.
Dan saat ini sendiri RTQ diikuti dari berbagai kalangan usia, mulai dari balita, anak – anak, remaja, aki – aki dan emak – emak.”Semoga saja di era zaman modern saat ini kegiatan seperti ini bisa menangkal segala hal-hal yang bisa merusak moral generasi-generasi bangsa kita. Dan bagi wisudawan para tahfiz bisa mengamal kan nya khususnya bagi keluarganya,” ujarnya.
Sementara itu, Siti Khomsiah salah satu peserta mengaku banyak suka duka dalan belajar tahfidz, namun semua itu tidak menghalangi niatnya dan kawan kawan ingin menjadi penghafal Al Qur’an. “Kami ingin menjadi insan yang Qur’ani, dan wafat dalam keadaan khusnul khotimah dan masuk dalam surga firdaus,” ujarnya.(top)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *