25 views

Diguncang Gempa 5,8 SR

Gempa tektonik berkekuatan 5,8 skala richter (SR) terjadi sekitar pukul 21.06 WIB, kemarin. Meski pusat gempa berada di Bengkulu, namun getaran dirasakan masyarakat di Pesisir Barat dan Bandarlampung.

Berdasar informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak pada koordinat 5.89 LS-102.85 BT. Tepatnya di laut pada jarak 88 kilometer Tenggara Enggano, Bengkulu. Selain itu 133 Km Barat Daya Kaur, Bengkulu; 143 Km Barat Daya Pesisir Barat, Lampung; 242 Km Tenggara Bengkulu dan 442 Km Barat Laut Jakarta, dengan kedalaman 48 kilometer. Meski begitu, gempa tidak berpotensi tsunami.

Salah seorang warga Pekon Rawas Sutrisno mengatakan, saat gempa, ia dan keluarganya langsung keluar rumah. Getaran sangat terasa. ”Kami langsung keluar rumah. Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akibat gempa bumi tersebut,” kata Sutrisno.

Sementara salah seorang warga Pugung Cahayanegeri Aris juga membenarkan getaran akbat gempa cukup kuat. ”Kami langsung keluar rumah. Getarannya kuat,” sebut dia.

Terpisah, Gempa bumi bermagnitudo 5,0 yang berpusat di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan. Namun, jumlah pasti rumah dan fasilitas yang rusak masih dalam pendataan.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan beberapa di antaranya ambruk. “Petugas penanggulangan bencana kecamatan saat ini sedang melakukan pendataan, salah satunya kerusakan terjadi di Kecamatan Parakasalak,” kata Sutisna di Sukabumi, Selasa, 10 Maret 2020.
Sutisna menjelaskan untuk jumlah pasti rumah dan fasilitas umum yang rusak masih dalam pendataan petugas. Sutisna menyebut dalam insiden tersebut juga sejumlah warga tertimpa bangunan atau puing rumah.
“Salah satunya di Kampung Sangkali, RT 01/06 Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak, ada warga yang terluka di kepalanya karena tertimpa puing rumah yang ambruk akibat gempa,” ujarnya.
Baca juga: Sukabumi Diguncang Gempa Magnitudo 5,0
Menurut dia, korban yang mengalami cedera atau terluka saat ini sebagian sudah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk diberikan pengobatan, namun hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya korban meninggal.
Petugas di lapangan bersama unsur TNI, Polri serta sukarelawan masih memberi bantuan kepada warga terdampak gempa bumi, tidak hanya di Kecamatan Parakansalak, BPBD juga menerima informasi adanya korban luka di Kecamatan Kalapanunggal.
“Korban mengalami luka ringan seperti di tangan maupun kaki ada juga yang di kepalanya. Warga yang mengalami cedera itu masih dalam perawatan untuk mengobati lukanya,” katanya.
Gempa magnitudo 5,0 melanda wilayah Kabupaten Sukabumi. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.18 WIB, Selasa, 10 Maret 2020. Mengutip dari lama resmi bmkg.go.id, gempa tersebut berada pada kedalaman 10 kilometer namun tidak berpotensi tsunami. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *