41 views

Dicerai Agus, Erlina Beryukur

Pesisir Barat – Konstelasi politik menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) di Pesisir Barat mulai panas. Agus Istiqlal, sang petahana resmi ’menceraikan’ Erlina dalam Pilkada 23 September mendatang.

Agus yang juga Ketua DPD Partai Nasdem Pesibar ini memilih calon lain, Zulkoini Syarif yang belum lama ini didaulat menjadi kader Partai Besutan Surya Paloh. Sementara itu, Erlina yang tengah bergerilya mendapatakn perahu mengaku bersyukur dan siap bersaig di Pilkada Pesibar.

“Ya, saya sudah menentukan wakil saya Pak Zulkoni. Tinggal tunggu persetujuan partai saja,” ujarnya dalam acara penyerahan rekomendasi Partai Nasdem di Hotel Emersia, akhir pekan kemarin.

Disampaikannya, calon wakilnya merupakan mantan birokrat Pesibar. “Jabatan terakhir dia sebagai Kadis Kesehatan. Dan dia sudah jadi kader Nasdem,” tukasnya.

Terpisah, Wakil Bupati Pesisir Barat, Erlina mengatakan, terkait dirinya tidak lagi bersama dengan Agus Istiqlal, dan siap untuk maju di Pilkada 2020, “ya,malah bagus kan dan InshaAllah siap maju lagi, saya tidak mau terburu-buru saja, semua itu harus pakai perencanaan dan perhitungan,” Kata Erlina, di konfirmasi melalui sambungan seluler, kemarin.

Lebih lanjut, dia juga mengaku bahwa sudah berkomunikasi dengan beberapa partai, “Kita sudah komunikasi politik, ya seperti partai PKB dan Golkar yang sudah kita lakukan, ya mudah mudahan lah berjalan dengan lancar,” tambahnya.

Disinggung terkait siapa wakilnya, Erlina menjelaskan “Namanya juga politik kan dinamikanya memang seperti itu, itu semua pilihan politik,” ungkap Wakil Bupati Wanita Pertama dikabupaten tersebut.

Disisi lain, Bakal calon bupati Pesisir Barat (Pesibar), Kherlani tampaknya bakal menjadi lawan berat petahana Agus Istiqlal pada pilkada setempat 23 September 2020 mendatang.

Selain pernah menjabat sebagai Pjs. Bupati Kabupaten Negeri Para Saibatin dan Ulama, mantan Wakil Walikota Bandarlampung periode 2005 – 2010 itu mendapat dukungan dari sejumlah partai politik. Setidaknya sudah ada lima partai politik yang siap mendukungnya maju. Adalah Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, PBB, dan Perindo.

Dikonfirmasi hal tersebut, Kherlani tak menampiknya. Dirinya mengaku telah intens menjalin komunikasi dengan lima partai politik tersebut. “”Ada beberapa partai politik yang sejauh ini berkomunikasi baik dengan kita. Seperti Golkar, PDI Perjuangan, Gerindra, Perindro, dan PBB. Dan saya melihat mereka welcome ketika saya menyatakan ingin maju di Pesisir Barat,” terangnya.

Dirinya juga optimis dapat mendapatkan rekomendasi partai. Seperti PDI Perjuangan, meskipun dirinya tidak ikut dalam penjaringan bakal calon kepala daerah PDI Perjuangan. Hal itu ditunjukkan dirinya dipanggil secara langsung oleh PDI Perjuangan pada saat Rakerda beberapa waktu lalu.

“Dengan PDI Perjuangan saya juga bagus. Meski tidak ikut penjaringan, tapi saya waktu Rakerda DPD PDI Perjuangan di Hotel Sheraton beberapa waktu lalu. Disitu mereka DPC, DPD, dan DPP duduk bareng dan menanyakan keseriusan saya maju di Pesibar,” jelasnya.

Bahkan, lanjut dia, dirinya pun siap untuk dipasangkan dengan kader PDI Perjuangan untuk maju di pilkada Pesibar melawan petahana Agus Istiqlal.

“Kalau ini namanya konsekuensi politik. Namanya kita ikut dalam proses dan mekanisme partai. Kita mesti ikut aturan partai. Dan terkait siapa wakilnya kembali kita serahkan kepada partai koalisi nantinya,” tukasnya.

Lebih lanjut, dirnya pun juga mengungkapkan siap melawan dan menumbangkan petahana Agus Istiqlal. “Namanya orang maju pasti akan berlawanan langsung dengan incumbent. Artinya kita mesti siap untuk melawan incumbent,” ujarnya.

Diakuinya, namanya petahana pasti mempunyai kekuatan politik yang kuat. Terlebih, petahana telah memimpin selama lima tahun.

“Tapi bukan berarti incumbent tidak punya celah untuk digoyang. Bisa dicontohkan, pilgub kemarin, petahana bisa dikalahkan. Pesawaran, petahananya waktu pilkada lalu juga bisa dikalahkan. Artinya, incumbent meski punya kekuatan politik, tapi masih bisa untuk dikalahkan,” ungkapnya.

Terkait pencalonnya, dirinya juga telah menyampaikan keinginannya untuk maju pilkada kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. “Dan beliau (Gubernur) menyambut baik. Dan jika pada akhirnya saya mendapat rekomendasi dari partai, saya pasti akan mundur dari jabatannya saya sebagai PNS. Karena itu juga termasuk aturannya, sebelum daftar di KPU saya pasti sudah mundur dari PNS,” tukasnya. (Daniel/cah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *