40 views

Setelah Tahanan Polsek Tkb, Kini 7 Tahanan Polsek Natar Juga Kabur

// Kasus Tahanan Kabur di Wilayah Pokda Lampung //

Bandarlampung – Kasus tahanan kabur kembali terjadi di wilayah Polda Lampung. Kemarin, sebanyak tujuh tahanan di Polsek Natar, Lampung Selatan berusaha melarikan diri.
Ketujuh tahanan yang melarikan diri tersebut yakni Sopyan Ali (26), Putra Sanjaya (21), Muhammad Javad (26), Deni Kurniawan (25), M. Dimas Prasetyo (29), Angga Hermawan (31), Ridho Destriansyah (25).
Kapolres Lampung Selatan AKBP Eddie Purnomo menjelaskan, ketujuh tahanan tersebut terlebih dahulu membongkar besi teralis kemudian menjebol atap kamar mandi.
“Tiga orang di antaranya belum sempat kabur, masih di atas genting. Disuruh turun, kemudian dimasukkan lagi ke sel tahanan,” kata Edi.
Tiga orang tahanan yang berhasil ditangkap yakni M. Dimas Prasetyo (29), Angga Hermawan (31), serta Ridho Destriansyah (25).
Ditambahkannya, insiden kaburnya tahanan diketahui saat petugas jaga mendengar adanya suara benda terjatuh dari belakang sel tahanan.
Saat diperiksa, tujuh orang yang sedang ditahan tak ada di dalam sel. “Petugas bergegas keluar dan melihat ada tiga orang di atas atap,” katanya.
Saat ini, pihaknya masih mengejar empat tahanan yang masih buron. “Untuk yang berkeliaran agar cepat menyerahkan diri,” kata Edi.
Empat tahanan yang buron yaitu, Sofyan Ali dan Putra Sanjaya terlibat kasus pencurian. Sementara Muhammad Javad dan Deni Kurniawan terlibat perkara penggelapan.
Terpisah, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, Polda Lampung ikut memburu kaburnya tujuh orang tahanan Polsek Natar, Kabupaten Lampung Selatan
Dikatakanya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) sudah turun membantu Polres Lampung Selatan dan Polsek Natar melakukan pengejaran terhadap empat tahanan yang belum tertangkap.
“Tentu kita (Polda) melakukan backup melalui Tim Subdit Jatanras dan Tekab 308 Ditreskrimum untuk bantu penangkapan tahanan yang masih kabur,” ujar Pandra.
Pandra menuturkan, selain melakukan backup pengejaran tahanan, pihaknya juga melakukan penyelidikan terhadap peristiwa kaburnya tujuh tahanan tersebut.
Dikatakan Pandra, Inspektorat Pengawas Daerah (Itwasda), Bidpropam, serta Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) sebagai pembina fungsi teknis ruang dan tahanan saat ini tengah melakukan audit investigasi terhadap personel yang bertugas, struktur bangunan ruang tahanan, SOP Penjagaan Tahanan, serta Kelengkapan administrasi.
Selanjutnya, dia mengimbau kepada keempat tahanan Polsek Natar yang masih kabur untuk segera menyerahkan diri kepada petugas.
“Kami juga berharap seluruh warga masyarakat yang mengetahui tentang keberadaan para tahanan yang melarikan diri tersebut agar segera melapor kepada Kepolisian terdekat,” ucap Pandra.
Apabila para tahanan tidak mau menyerahkan diri, akan dilakukan upaya paksa dan tidak segan-segan melakukan tindakan tegas terukur jika melakukan perlawanan sehingga membahayakan keselamatan petugas maupun masyarakat.
Sebelumnya, kaburnya tahanan juga pernah terjadi di Polsek Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung pada 1 Februari 2020 kemarin.
Tujuh orang tahanan Polsek Tanjung Karang Barat (Tkb) kabur setelah mengeroyok seorang polisi jaga, Sabtu (1/2) pagi.
Ketujuh tahanan itu yakni berinisial H, W, IK, MM, VP, RA, dan AJ. Dari tujuh tahanan tersebut, MM dan AJ ditembak polisi. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *