47 views

Setelah IDI Lampung, Kini dr Asep Sukoha Pimpin Perhimpunan Dokter NU Lampung

BANDARLAMPUNG — Setahun berselang usai dilantik kali kedua menjadi Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Provinsi Lampung 2018-2022 pada 2 Februari 2019 lalu, Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., resmi pula dilantik sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Provinsi Lampung masa khidmat 2020-2020, Sabtu (8/2/2020).

Pelantikan oleh Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat PDNU Muhammad S Ni’am berlangsung khidmat, diwarnai pula seminar kesehatan di Balai Keratun, kompleks Pemprov Lampung, Bandarlampung.

Melansir dari laman nu.or.id kelolaan PBNU, dikutip Minggu (9/2/2020), Asep Sukohar menyatakan, kepengurusannya ini baru kali pertama dibentuk di Lampung.

“Untuk langkah awal, prioritas program kerja lakukan sosialisasi sekaligus pembentukan pengurus tingkat kabupaten. Sudah terjalin komunikasi dengan tiga kabupaten untuk program awal pembentukan PDNU,” kata dia, terkait pembentukan PDNU di 15 kabupaten/kota se-Lampung.

Pria yang juga baru saja diamanati kursi Wakil Rektor (Warek) II Universitas Lampung (Unila), menggantikan Prof M Kamal sejak dilantik Rektor Unila Prof Dr Karomani MSi pada 2 Januari 2020 lalu ini menambahkan, PDNU Lampung juga akan terus melakukan sosialisasi terkait keberadaan, visi, dan misi organisasi dokter NU ini.

“PDNU bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama dan memiliki ciri khas yakni dokter-dokter yang berpaham Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah dan tidak terkait dengan politik,” cetus Asep, yang juga Ketua Bidang Ekonomi DPD Pejuang Bravo-5 Lampung 2019-2024 ini.

Diketahui, beberapa PDNU yang terbentuk di berbagai daerah telah mengusulkan kepada PBNU agar organisasi ini disahkan menjadi badan otonom pada Muktamar ke-34 NU yang akan diselenggarakan di Lampung, 22-27 Oktober 2020 mendatang.

Terkait muktamar, pria berkacamata peraih gelar doktor dengan predikat cum laude dari Program Pascasarjana Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Juli 2017 ini juga menyatakan kesiapan pihaknya untuk ikut menyukseskan forum musyawarah tertinggi NU tersebut.

“PDNU Lampung akan berkoordinasi dengan pusat menyiapkan segala hal terkait dengan kesehatan muktamirin selama muktamar. Kita akan identifikasi berbagai kebutuhan kesehatan selama muktamar, seperti tempat dan berbagai kegiatan melalui koordinasi dengan pihak terkait,” jelas dia.

Disinggung jurnalis NU Online Lampung M Faizin terkait dengan wabah virus Corona yang kini ramai diberitakan, kesempatan itu Asep juga menghimbau masyarakat untuk mengikuti berbagai kebijakan dan himbauan pemerintah melalui dinas kesehatan. “Jaga kebersihan dan jauhi tempat-tempat endemi,” Asep menyarankan, menghindari virus yang menurut beberapa informasi sudah ada yang terduga (suspect) virus ini di Indonesia.

Sementara, dua narasumber diundang hadir seminar kesehatan di sela pelantikan. Yakni dr Zam Zanariah yang memaparkan materi tentang manajemen kesehatan jemaah haji, dan Muliawati yang membahas peran BPJPH tentang jaminan produk halal.

Pengingat, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) ialah salah satu unsur pendukung di Kementerian Agama RI, berada di bawah dan bertanggung jawab ke Menteri Agama, bertugas melaksanakan penyelenggaraan jaminan produk halal sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kesempatan itu, hadir pula Rais Syuriyah PWNU Lampung KH Muhsin Abdillah, dan jajaran tanfidziyah PWNU Lampung, badan otonom (banom) NU serta lembaga.

Ucapan selamat dari sejawat, turut tersemat. Diantaranya disampaikan Ketua Lembaga Perekonomian NU (LPNU) Lampung Dr Andi Desfiandi MA, dan Ketua DPD Pejuang Bravo-5 Lampung Ary Meizari Alfian MBA. “Semoga tambah sukses dan amanah menjabat sebagai ketua PDNU Lampung ya,” singkat Ary Meizari, via pesan WhatsApp, Minggu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *