47 views

PT. SSE Diduga Manipulasi Ajuan Izin SPBU

TULANG BAWANG – Pihak PT. Sugih Sinta Energi (SSE) diduga telah melakukan manipulasi data berkas pengajuan pembangunan renovasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Cakat Raya, Menggala, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang.
Pasalnya, dalam pengajuannya, sesuai dalam gambar pengajuan izinnya, letak bangunan tangki timbun berada di belakang, bukan di depan pinggir jalan, yang berjarak sekitar sepuluh meter dari jalan nasional.
Selain memanipulasi data sesuai gambar, pihak PT. Sugih Sinta Energi juga telah melanggar dan menabrak Peraturan Bupati (Perbup) Tulangbawang nomor 25 tahun 2014 tengang petunjuk pelaksaan izin mendirikan bangunan (IMB).
Sekretaris Dinas Penanaman Modan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Deni Mutaqin saat dikonfirmasi mengatakan, SPBU tersebut telah mengantongi IMB.
“Untuk IMB dan izin lainya sudah ada, pada dasarnya kami DPM-PTSP hanya menerbitkan. Untuk IMB syarat sudah lengkap dan sudah ada rekomendasi dari Dinas PU. Tidak ada alasan untuk tidak kita terbitkan,” terangnya.
 
Terkait apakah pelaksanaan pembangunannya SPBU itu telah sesuai dengan rencana pengajuan pihaknya menyarankan untuk menanyakan langsung kepada Satker terkait yakni Dinas PU.
 
“Apakah pembangunanya sesuatu dengan regulasi atau tidak sebaiknya silahkan ditanyakan kelada Dinas PU. Itu bukan kewenangan kami,” jelasnya.
 
OPD Dinas PUPR Tulangbawang Wawan, saat dikonfirmasi via ponselnya menjelaskan, pengajuan dalam gambar untuk penerbitan IMB letak bangunan tangki timbun BBM berada di belakang, bukan di depan.
“Betul. Gambar ajuannya, bangunan tangki pendam ada di belakang bukan di depan. Masalah ini sudah sampai dipimpinan. Silahkan tanya langsung saja sama Pimpinan,” terangnya, Rabu (05/02/2020).
Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulangbawang Antoni, saat dikonfirmasi mengaku akan menindaklanjuti atas adanya laporan dan temuan tentang pembangunan renovasi SPBU Cakat Raya yang diduga melanggar Perbup dan bermasalah.
“Ya nanti akan saya cek dan panggil OPD PUPR nya untuk mengkaji sesuai aturan. Saya tekankan kepada Kadis PUPR harus sesuai aturan,” tegasnya.
Pihak PT. Sugih Sinta Energi, Kris saat dikonfirmasi mengaku siap untuk membongkar dan menutup bangunan tangki timbun yang dinilai melanggar aturan atau melanggar Perbup. Menurutnya, bila dinilai salah, maka akan dibongkarnya.
“Bila itu melanggar aturan, kami siap bongkar dan menutupnya. Kami siap tutup bangunan SPBU nya,” kata Kris saat dikonfirmasi via ponselnya.
Dari pantauan wartawan dilapangan, bangunan tangki timbun BBM berkapasitas sekitar enam tangki timbun berada dibibir jalan nasional.
Hal itu melanggar Perbup nomor 25 tahun 2014 tentang petunjuk pelaksanaan pemungutan restribusi IMB. Dalam Perbup ini diatur IMB tidak melanggar Garis Sepadan Bangunan (GSB).
GSB itu dijelaskan, 25 meter dari as jalan untuk bangunan yang berada pada jalan negara, 15 meter dari as jalan provinsi, dan 10 meter dari as jalan kabupaten.
Sampai saat ini, pihak PT. Sugih Sinta Energi belum melakukan pembongkaran dan pemindahan bangunan tangki timbun BBM. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *