26 views

Dewan Tubaba Sebut Pembangunan Irigasi Way Jualow Bobrok

Tubaba-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang barat (Tubaba)  menilai dua buah Pembangunan irigasi di Kabupaten Tubaba sama sekali tidak bermanfaat bagi masyarakat dan tidak berfungsi dengan semestinya.
 Hal itu berdasarkan hasil peninjauan DPRD Tubaba diantaranya Paisol ketua komisi III, Wawan irawan sekretaris komisi III, dan Gito  komisi II, serta Joko kuncoro Wakil ketua II DPRD Tubaba yang menilai kedua pekerjaan irigasi tersebut bobrok dan dinilai gagal dalam perencanaan.
 Diketahui pembangunan irigasi tersebut diantaranya,  irigasi Way Jualow yang terletak di Tiyuh Terang makmur, Kecamatan Gunung Terang senilai sekitar 1,8 Milyar rupiah yang dikerjakan oleh Cv.Rias Gunung Katun dan peningkatan jaringan irigasi Way Bujung Sari Marga yang terletak di Tiyuh Bujung Sari Marga, Kecamatan Pagardewa dengan nilai 1,2 Milyar rupiah yang dikerjakan oleh Cv. Cakrawalaconstrucion.
“Selain kesalahan pihak ketiga pada saat pekerjaan itu berlangsung, hal ini juga menjadi kesalahan mutlak pihak Dinas PUPR Tubaba dalam hal ini konsultan perencana dan pengawasan yang seharusnya dapat mengawasi serta menilai pekerjaan tersebut sebelum diserah terimakan, seharusnya jika pekerjaan itu tidak sesuai pihak PUPR tidak menerima pekerjaan tersebut, saya meminta pihak PUPR Tubaba juga dapat meninjau kembali kelokasi pekerjaan tersebut agar hal seperti ini tidak terjadi kembali kedepan,” tegas Paisol kamis, (06/02)
Soalnya, sambung Paisol, Terlihat kedua bangunan irigasi yang bernilai milyaran itu sudah mulai retak dan pecah meskipun baru selesai dikerjakan, bahkan parahnya bangunan irigasi tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena saluran irigasi lebih rendah dibandingkan sawah yang mau di aliri air, akibatnya sawah sekarang kering, jadi tidak ada manfaatnya pembangunan itu,” Cetus Paisol.
Kemudian, dalam hal ini  lintas Komisi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) juga meminta pihak penegak hukum  Kejaksaan Negri (Kejari) Tulang Bawang (Tuba) dan Polres Tubaba untuk memproses dua bangunan Irigasi milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat yang di kerjakan oleh pihak ketiga pada tahun anggaran 2019 yang menelan anggaran hingga milyaran rupiah.
“Saya meminta pihak penegak hukum dalam hal ini Kejari Tuba dan Polres Tubaba untuk melihat serta memproses pekerjaan tersebut, karena pekerjaan ini sudah parah dan tidak ada manfaatnya, hanya menghambur-hamburkan uang negara saja,” pinta Paisol ketua komisi III DPRD Tubaba saat peninjauan kelokasi proyek. (Jim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *