92 views

Arinal – Herman Masih Sengit

BANDARLAMPUNG – Rivalitas Pilgub Lampung 27 Juni 2018 antara Arinal Djunaidi dengan Walikota Bandarlampung Herman HN yang saat itu menjadi rival terkuat Arinal tampaknya terus berlanjut. Meski sempat keduanya ‘akrab’ beberapa waktu usai pelantikan Arinal sebagai gubernur Lampung, namun Pilkada serentak 23 September 2020 mendatang memastikan Arinal dan Herman HN kembali seteru sengit. Bahkan relawan Arinal sudah melaporkan Herman HN ke Polda Lampung.

Diketahui Eva Dwiana isteri Herman HN yang notabonenya kader PDIP akan maju sebagai calon Walikota Bandarlampung. Meski belum pasti siapa pasangan calon wakilnya, namun Eva yang dkabarkan sudah mengantongi cukup dukungan yaitu dari PAN dan Nasdem kini sudah sosialisasi rata hingga tingkat RT. “Ya Alhamdulillah Bunda Eva sudah sampai RT sosialisasinya. Sebagai isteri Pak Herman HN tentu sangat terbantu,” kata orang dekat Eva ini.

Lebih lanjut dikatakan bahwa timnya telah memetakan Pilkada Bandarlampung akan diikuti lebih dari dua pasangang. “Bahkan bisa empat pasang atau lebih. Tapi hitungan kami lawan yang harus kami perhitungkan ya Pak Rycko yang diusung Golkar, partainya Pak Arinal yang kini juga gubernur,” katanya.

Terpisah, orang dekat Ketua DPD Gollar Lampung Arinal Djunaidi membenarkan Golkar akan allout untuk merebut kemenangan di Pilkada Bandarlampung. Diakuinya hingga kini memang belum ada finalisasi calon dari Golkar, namun hampir dipastikan tinggal menentukan siapa yang akan di posisi sebagai calon wakil walikota mendampingi Rycko Menoza. “Karena itu memang Pak Arinal pasti akan habis-habisan untuk memenangkan calon dari Golkar di Pilkada Bandarlampung, juga Kabupaten kota lainnya,” katanya.

Karena itu, tambahkan hal yang wajar kalua ada penilaian rivalitas anatara Arinal dan Herman HN belum berakhir bahkan akan tambah sengit. “Untuk urusan Pilkada Bandarlampung pasti paling sengit gesekannya antara kubu Pak Arinal dan Pak Herman HN. Tentu Pak Heman HN akan allout untuk memnangkan isterinya dan Pak Arinal juga allout untuk memenangkan Pak Rycko kader partainya,” urainya.

Diketahui, sengitnya persaingan di Bandarlampung antara Herman HN dan Arinal setidaknya telah ditunjukkan dilaporkannya Herman HN ke Polda Lampung oleh relawan Arinal. Relawan Arinal Djunaidi (RADJA) melaporkan Walikota Herman HN ke Polda buntut isi sambutan Walikota Herman HN saat peresmian Puskesmas Rawat Inap di Perumnas Way Halim, Senin (10/2) lalu. “Kami telah melaporkan kasus ini ke Polda Lampung 12 Februari 2020,” ujar Gindha Ansori Wayka.

Disebutkan, dasar laporan, proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah Provinsi Lampung telah usai dilaksanakan. Pemenangnya pasangan Arinal Djunaidi dan Chusnunia Chalim, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Lampung Periode 2019-2024. Keduanya telah dilantik tanggal 12 Juni 2019 dengan Keputusan Presiden Nomor: 49/P/Tahun 2019 Tentang Pengesahan dan Pengangkatan Gubernur – Wakil Gubernur Lampung masa jabatan 2019-2024.

“Tidak terbukti politik uang dan kecurangan lainnya berdasarkan hukum dan memiliki kekuatan hukum (inkracht), maka siapapun termasuk Walikota Bandarlampung tidak diperkenankan melakukan perbuatan merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh melakukan sesuatu perbuatan dengan maksud yang nyata akan tersiarnya tuduhan itu,” tandasnya.

Advokat ini melanjutkan, perbuatan ini dapat menimbulkan konflik (keributan dan kegaduhan) masyarakat menjelang Pilkada serentak. Jika berbicara tidak berdasar, itu melanggar Pasal 310 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 27 ayat (3) UU ITE tersebut diatur dalam Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016.

Sementara Wali Kota Bandarlampung Herman HN mengaku tak gentar menghadapi persoalan hukum itu. “Laporkan saja, nyatanya emang kayak gitu,” kata Herman.

Pertarungan sengit kekuatan kubu Golkar yang kini dipimpin Arinal dengan PDIP partainya Herman HN juga terjadi di Lampung Selatan, Lampung Tengah, Metro, Pesawaran.

PDIP mematok Lampung Selatan sebagai pertarungan tak boleh diabaikan. Meski PDIP memiliki jago kuat yang kini incumbent yaitu Nanang Ermanto, namun jago Golkar Tony Eka Candra juga tak kalah kuatnya. “Kader PDIP dan Golkar di selatan akan tarung sengit,” kata pengurus PDIP Lampung ini.

Sementara itu, tambahnya untuk Lampung Tengah juga identic dengan Lamsel. PDIP yang memiliki petahan Lukman, juga menghadapi jago Golkar Musa Ahmad yang juga tokoh yang tak sembarangan. “Pilkada Lamteng lagi-lagi kader PDIP mendapat tantangan kuat kader Golkar,” uranya.

Pengurus Golkar Lampung mengatakan untuk Kota Metro kadernya juga siap menantang kader PDIP yaitu Ana Morinda yang sudah direkomendasikan DPP PDIP sebagai calon walikota Metro. “Begitu juga di Pesawaran, kader Golkar siap adu strategi memenangi Pilkada lawan kader PDIP yang santer sekarang ini adalah Pak Nasir, ketua dewan sana,” tegasnya.

Sementara di Lampung Timur meski PDIP sebagai pemenang pemilu dikabarkan menerima kadernya sebagai calon wakil bupati. Bereda kabar PDIP akan menduetkan Yusron Aminullah, Ketua Nasdem Lamtim dengan kadernya Ketut Irawan yang kini anggota DPRD Provinsi Lampung. Sementara Golkar akan menduetkan Dawam Raharjo yang dielus PKB dengan Ketua Golkar Lamtim Azwar Hadi yang juga anggota DPRD Provinsi Lampung. Jadi baik PDIP maupun Golkar hanya menaruk kadernya di posisi calon wakil bupati yang diyakini rivalitas Golkar dan PDIP tidak akan sepanas di daerah lain.

“Kalo di Pesisir barat Golkar kayaknya akan usung Pak Kherlami sebagai cabup. Trus PDIP kabarnya Bu Elty Yunani. Tapi di sana Golkar lebih menghitung lawan berat kami incumbent sekarang. Tapi kami optimis,” terang fungsionaris Golkar ini.

Ditambahkan untuk Waykanan kader Golkar yang siap maju adalah Juprius. “Di Way Kanan kami menghitung lawan ya petahana Pak Adipati. Tapi Pak Juprius kan malah sudah deklarasi siap menantang Pak Adipati,” uangkapnya.

Diketahui, bakal calon Bupati Way Kanan H.Juprius,SE.MM dan Wakilnya H.Juanda,S.Pd mendeklarasikan diri untuk mengikuti Pilkada Waykanan peride 2021-2026 di Baradatu, Rabu (19/02).

Hadir dalam deklarasi tersebut selain Bakal Calon, juga dihadiri oleh tim relawan dari 14 Kecamatan Se Way kanan. Dalam orasi deklarasi dihadapan relawannya,Juprius mengatakan agar tim relawan tidak usah khawatir terhadap perahu pengusung.

“Saya adalah kader golkar dan pak Wakil Juanda adalah kader PKB, jadi takusah khawatir ga dapat perahu. Saya kader golkar dan wakil adalah kader pkb. jadi kami yakin Golkar dan PKB akan mengusung pasangan kami yang bertagline Jujur (bersama Juprius dan Junada,” katanya. (dsb)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *