22 views

Walhi Kecam Pemasangan APK Balonkada Sembarangan

Bandarlampung – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung mengecam pemasangan alat peraga kampanye (APK) bakal calon kepala daerah (balonkada) sembarangan. Terlebih, APK dipasang di pohon – pohon yang berada di sepanjang ruas jalan.

Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri mengatakan, pemasangan APK di pohon adalah salah satu bentuk tindakan yang dapat merusak lingkungan. “Kami minta masyarakat tidak memilih balonkada yang memasang APK di pohon. Karena ini merusak lingkungan,” kata Irfan, Senin (20/1).

Dikatakannya, balonkada yang memasang APK di pohon adalah calon yang tidak memiliki perspektif lingkungan dan tidak mau rugi. Karena, masih kata dia, dengan hal ini cost politiknya rendah. “Bagaimana mereka mau membangun daerahnya jika lingkungannya saja dirusak,” tambah Irfan.

Lanjut dia, Walhi slsejauh ini sudah secara aktif terlibat di banyak agenda sosialisasi KPU, akan tetapi dia menyayangkan belum adanya aturan tegas dari penyelenggara dan pengawas pemilu yang melarang pemasangan APK di pohon.

“Walhi mendorong pembentukan PKPU (peraturan komisi pemilihan umum) yang pro lingkungan, dan kami mengecam keras segala aktifitas kampanye yang merusak lingkungan,” ungkapnya.

Soal dampak, dia menuturkan, dari pemasangan APK yang merusak pohon akan menghambat pertumbuhan, bahkan membunuh pohon serta merusak estetika kota.

Selain membuat aturan, menurutnya yang tak kalah pentingnya juga harus dilakukan operasi pencabutan atribut kampanye, berkoordinasi dengan satuan polisi pamong praja (Satpol PP).

Lebih lanjut dia mengatakan, pohon adalah penyedia oksigen bagi warga sekaligus menyimpan air dan mengurangi dampak bencana, saat dengan sengaja merusak alam demi kepentingan segelintir orang tentu hal itu tak bisa dibenarkan.

“Artinya merusak pohon sama halnya dengan menciptakan bencana, maka sekali lagi jangan pilih calon yang merusak lingkungan,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansyah mengimbau kepada balonkada dan tim pasangan calon agar tidak memasang sembarangan.

“Kita sudah himbau untuk tidak memasang spanduk, baleho, stiker atau alat peraga sosialisasi lainnya di tempat ibadah, gedung pemerintah/pendidikan ataupun di pepohonan dan tempat-tempat umum lainnya,” imbaunya.

Candra menjelaskan, berdasarkan ketentuan perundang-undangan tahun 2016 disebutkan bahwa pemasangan APK mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan, dan keindahan kota atau kawasan setempat.

“Memang sekarang belum masuk tahapan kampanye karena belum ada calon, tetapi secara etika dan estetika juga harus menjadi perhatian oleh bakal calon maupun para simpatisan calon agar Pilkada nanti tidak ada gesekan di masyarakat bawah,” jelasnya.

Kembali Candra mengingatkan para bacalonkada untuk tidak memasang alat peraga kampanye sembarangan. Apalagi berdampak kepada kotornya lingkungan sekitar.

“Mereka yang punya power (bacalonkada) semestinya menjaga itu. Jangan sampai para Bacalonkada itu malah mengotori kota,” tukasnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *