25 views

Tanggap Bencana, Hanya Ada Tanggal Hitam di BPBD Bandarlampung, Maksudnya?

BANDARLAMPUNG — Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung, Syamsul Rahman ST MT menyatakan, dalam penanggulangan bencana pihaknya hanya mengenal tanggal hitam, Selasa (7/1/2020).

Maksudnya? “BPBD tidak mengenal tanggal merah, yang ada adalah tanggal hitam dalam penanggulangan bencana, karena bencana urusan kita bersama, jadi harus terus siap siaga,” tegas Syamsul mengkonfirmasi kesiapsiagaan pihaknya merespons eskalasi potensi bencana alam termasuk seiring hadirnya musim penghujan awal tahun.

Dikutip dari unggahan Facebook-nya, Selasa, Syamsul menjelaskan itu dalam laporannya soal pengecekan kesiapan personil, sarpras (sarana prasarana) BPBD dan instansi terkait menghadapi musim hujan/cuaca ekstrim di Kota Bandarlampung, yang ia tujukan kepada Walikota Herman HN, Sekda Badri Tamam, dan kepala OPD Pemkot Bandarlampung.

Dia menerangkan, memasuki tahun 2020, Kota Bandarlampung menghadapi cuaca ekstrim, ditandai hujan lebat berintensitas tinggi, petir, gelombang laut pasang, tanah longsor, angin kencang dan pohon tumbang.

Menyikapinya, mewakili Walikota Herman HN ia mendampingi Kapolresta Bandarlampung Kombes Wirdo Nefisco SIK MSi memimpin gelar apel siaga bencana meliputi kesiapan personil, peralatan, logistik, dan sarpras penanggulangan bencana, di halaman Mapolresta setempat, Selasa.

Kesempatan itu, Kapolresta menyampaikan pesan agar seluruh personil terkait menjaga sinergitas dalam bertugas, cepat merespons kejadian bencana sebagai implementasi riil lembaga penanggulangan bencana.

Hal lain, kerja sama antar lembaga seperti TNI, Polri, Tagana, PMI, BMKG, Basarnas, Dinas PU, Dinsos, Diskes, dan OPD lainnya untuk terus dipupuk dan ditingkatkan dalam upaya kesiapsiagaan bencana.

Kata Syamsul, setelah apel siaga dihadiri perwakilan Dinas PU, Diskes, Dinsos, Dishub, Satpol PP, unsur TNI-Polri, dan Tagana kota, dilanjut pemeriksaan personil dan peralatan.

“Secara umum, kesiapsiagaan baik personil maupun sarpras menghadapi bencana, sangat siap,” alumnus S2 Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung ini afirmatif.

Ia menghimbau seluruh warga Kota Tapis untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadap cuaca ekstrim sesuai prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG.

“Lakukan upaya mandiri (evakuasi dan menghindar) jika ada potensi ancaman bencana, ikuti update informasi yang resmi, hubungi Call Center BPBD Bandarlampung di telepon 0721-252741 jika ada bencana. Salam tangguh,” tutup dia. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *