39 views

LPKSM-GML Rapat dengar pendapat bersama OJK RI Lampung

Bandar lampung – OJK RI menerima LPKSM GML di kantor OJK RI way sekampung kota bandarlampung. indra krisna kepala OJK RI lampung dalam sambutannya mengapresiasi kehadiran LPKSM GML dalam konteks perlindungan konsumen bidang keuangan yang ada di lampung. Indra menambahkan sesuai UU OJK yang bertugas mengatur mengawasi dan melindungi industri keuangan. Terlebih perihal edukasi ttg lembaga keuangan bank dan non bank. Karena secara data kondisi keuangan dilampung literasi keuangan 30,11% dan inklusi keuangan 61,19% ini jauh dibawah kondisi literasi dan inklusi keuangan tingkat nasional.
Indra krisna yang di dampingi oleh pak jon kepala pengawasan OJK RI lampung dan herwan kepala bidang pengawas lembaga keuangan non bank serta Kepala Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Dwi Krisno Yudi Promono

Ketua DPW LPKSM GML lampung ahmad muslimin menyambut uraian kepala OJK RI bahwa LPKSM GML lampung yang hadir dari keresahan dan kehendak konsumen di tingkat bawah, dalam hal persoalan pembiayaan keuangan. Memang persoalan edukasi, literasi masih jadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemahaman konsumen terhadap kondisi industri keuangan di lampung. Agar OJK RI tidak.melulu di sibukan oleh masalah masalah yang seharusnya bisa di slesaikan di tingkatan bawah antara kreditur debitur dalam proses industri keuangan.

Ahmad muslimin yang datang bersama para deputi DPW LPKSM GML prov. Lampung.

Dalam pertemuan tersebut juga di hadiri oleh ketua DPP LPKSM GML saifunnaim (kang ai) bersama para jajarannya. Kang ai sapaan akrab ketua DPP LPKSM menambahkan bahwa LPKSM GML dan OJK RI Lampung bisa bersinergi dalam hal edukasi di tingkat bawah bersama konsumen agar konsumen lebih faham bagaimana kondisi industri keuangan sehingga konsumen tidak banyak di rugikan. Dan mendorong OJK RI lampung dan LPKSM GML utk bekerja bersama di tingkat bawah sehingga keadaan inklusi dan literasi keuangan lampung bisa meningkat. Sehingga konsumen dilampung bisa lebih cerdas dan mandiri dalam menggunakan produk keuangan bank maupun non bank. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *