59 views

Hadapi Era Society 5.0, FKIP Unila – Disdikbud Lampung Sepakat Tingkatkan Profesionalisme Guru

Bandarlampung – FKIP UNILA menyelenggarakan sarasehan sebagai salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Dies Natalis FKIP UNILA ke- 52. Acara yang diselenggarakan pada hari Kamis, 16 Januari 2020 ini mengangkat tema “Implementasi Empat Pilar Pendidikan Nasional Menuju Kebebasan Belajar di Era Society 5.0”.

Acara Sarasehan dibuka dengan penyampaian materi oleh ketiga narasumber yakni Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Drs. Sulpakar, M.M, Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu Wilayah Lampung, Zulkarnain Hasan Kertamuda, S.Ag dari sisi praktisi pendidik, dan Dekan FKIP Unila, Prof. Dr. Patuan Raja, M.Pd. Kemudian acara dilanjutkan dengan diskusi dengan para peserta sarasehan yang berasal dari kalangan akademisi, organisasi profesi, dan para kepala dinas Pendidikan dan kebudaayaan kabupatan/kota seluruh provinsi Lampung.

Pada kesempatan ini, Dekan FKIP Unila, Prof. Dr. Patuan Raja, M.Pd menekankan bahwa peralihan otonomi pusat ke otonomi sekolah dalam manajemen Pendidikan yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memberikan implikasi kepada otonomi guru. Guru perlu otonom dalam menentukan strategi pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik. Dengan demikian kompetensi dan profesionelisme guru perlu menjadi fokus  utama pengembangan.

“tentu saja otonomi guru ini akan terkait dengan profesionalisme guru” ungkap Prof. Patuan Raja, M.Pd.

Hal ini juga sejalan dengan penyampaian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Drs. Sulpakar, M.M yang menyampaiakn untuk dapat mencapai kebebasan belajar peserta didik untuk menghadapi era society 5.0 diperlukan  performansi guru yang memiliki kemampuan tentang ilmu pengetahuan dan pemanfaatan teknologi, memiliki kedisipinan dan rasa tanggung jawab yang tinggi, dan keikhlasan dalam melaksanakan tugas sehingga dapat mengayomi peserta didik dan memberikan nilai-bilai positif terhadap peserta didik.

Sebagai implementasi di sekolah, praktisi akademik, Zulkarnain Hasan Kertamuda, S.Ag menambahkan bahwa sekolah-sekolah yang berada di jaringan sekolah islam terpadu telah mulai memanfaatkan teknologi informasi dalam proses pembelajaran.

Ia juga berpendapat bahwa kemampuan akademik guru dan peserta didik perlu diseimbangkan dengan karakter yang berlandaskan spiritual dan religiusitas.
Para narasumber pun sepakat bahwa sinergi yang baik juga perlu tercipta antara pendidik, peserta didik, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk dapat menciptakan kebebasan belajar peserta didik yang menjunjung tinggi karakter dan nilai budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Sinergi ini pun diperlukan untuk membangun kepedulian social terhadap sesama dan lingkungan.

Oleh karena itu, FKIP UNILA dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi lampung telah sepakat untuk menjalin kerjasama dalam upaya peningkatan mutu Pendidikan di Provinsi Lampung melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme calon guru dan guru di Provinsi Lampung. FKIP UNILA juga siap untuk merespon kebutuhan akan guru yang memiliki kompetensi yang unggul dan profesional dengan melakukan penyesuaian kurikulum dan mebentuk forum Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) seluruh provinsi Lampung. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *