38 views

Disperpusarsip Buka Layanan Perpustakaan Keliling

BANDARLAMPUNG — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung terus melakukan upaya untuk meningkatkan budaya literasi dan gemar membaca masyarakat Lampung. Tidak hanya itu, saat ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga melakukan Layanan Perpustakaan Keliling ke sejumlah sekolah (TK/PAUD, SMP/SMA) dan PKK/Posyandu serta Perpustakaan Desa dengan membawa buku-buku bacaan melalui mobil keliling.

Demikian diungkapkan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Ir. Ferynia yang diwakili Kepala Seksi Layanan dan TIK Alson, Pustakawan Liza Tri Handayani dan Agnes Sri Lestari, saat lakukan Layanan Perpustakaan Keliling ke sekolah Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal dan SMK 1 Tubaba serta SMA 2 Tuba Tengah, Selasa (28/01/2020).

Ferynia menegaskan jika mobil perpustakaan keliling sangat penting khususnya dalam memberikan informasi kepada generasi penerus bangsa “Melalui layanan perpustakaan keliling dapat
menumbuhkan minat baca sejak dini, serta mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat yang tidak dapat menjangkau perpustakaan menetap.” Ujar Ferynia.

Lanjut Ferynia, dengan program Layanan Perpustakaan Keliling ini diharapkan bukan hanya anak sekolah tapi juga masyarakat secara umum dapat memanfaatkan peluang dengan membaca dan menjabarkan bahan-bahan bacaan tersebut kepada hal-hal yang nyata sebagai upaya meningkatkan produktivitas.

“Seperti pemuda, kaum perempuan dan juga pelaku usaha mikro/kecil, termasuk kelompok marginal lain seperti penyandang cacat dan anak-anakku yang sedang berada di LAPAS Bandarlampung dapat juga memanfaatkannya,” ujar Ferynia.

Dalam kesempatan itu, Pustakawan Liza Tri Handayani juga mensosialisasikan sekaligus memperagakan program Perpustakaan Nasional yaitu Read Me a Book. Menurutnya Program tersebut adalah program kampanye membaca yang di gagas dan bertujuan untuk meningkatkan minat baca, khususnya bagi anak-anak dengan menggunakan metode read aloud atau membacakan buku secara nyaring kepada anak-anak. Dalam peragaan tersebut, saat membacakan buku, si pembaca buku/si pencerita yaitu Pustakawan Liza menggunakan yellow apron/apron kuning. “Aktifitas atau peragaan saya tadi itu di dokumentasikan baik dalam bentuk foto maupun video. Selanjutnya hasilnya di unggah di media sosial/Instagram dengan menyertakan hashtag/Tagar yg ditentukan.” Pungkas Liza. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *