103 views

2020, Disdukcapil Target Canangkan GISA

Tanggamus- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tanggamus menargetkan tahun 2020 ini ada kecamatan yang dicanangkan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi (GISA) kependudukan.

Menurut Sekretaris Disdukcapil Darma Setiawan, hal itu sebagai tindak lanjut dari capaian Pekon Soponyono, Kecamatan Wonosobo yang telah dicanangkan sebagai pekon GISA.
” Setelah ada pekon di Tanggamus yang dicanangkan sebagai GISA, beberapa waktu lalu. Sekarang kami menargetkan ada kecamatan GISA,” terang Darma.
Darma menyebutkan sesuai dengan standar GISA pada pekon, maka pada kecamatan juga distandarkan kesadaran administrasi kependudukan sampai 100 persen. Dan Pekon Soponyono sendiri adalah yang pertama di Lampung.
” Itu target kami, kalau di sini sudah ada pekon GISA maka ada kecamatan GISA. Memang agak berat tapi itu target kami untuk menambah prestasi yang sudah ada di bidang kependudukan,” ujar Darma.
Namun, Darma mengaku belum tentukan kecamatan yang mana, sebab akan lihat berapa banyak masyarakat di suatu kecamatan yang telah sebagian besar penduduknya punya dokumen kependudukan.
“Dengan kondisi itu kemudian ditingkatkan lagi agar bisa jadi kecamatan GISA. Sebab untuk jadi kecamatan GISA maka seluruh warga di pekon-pekon harus miliki KTP atau minimal miliki surat keterangan (suket) kependudukan,” ungkapnya.
Darma menjelaskan untuk merealisasikan hal itu bakal memaksimalkan mobil keliling pelayanan KTP yang sudah dimiliki. Maka pelayanan pembuatan KTP tidak bergantung ke dinas saja. Mobil tersebut berperan sebagai usaha jemput bola.
“Melalui mobil itu bisa membuat layanan KTP, KK, dan akta kelahiran. Sehingga pembuatan meningkat dan target kecamatan bisa mendapatkan GISA bisa diperoleh,” terangnya.
Darma mengaku saat ini mobil untuk layanan keliling sudah dilengkapi dengan pembangkit tenaga surya. Bahkan jumlah blok panel penyerap sinar matahari ada tiga unit plus batre untuk mengoperasikan dua unit komputer sekaligus.
“Maka mobil itu bisa melayani daerah yang tidak ada listriknya. Bahkan sekarang dua unit komputer itu bisa beroperasi selama lima jam hanya andalkan tenaga surya,” terang Darma.
Darma berharap dengan adanya kecamatan GISA maka bisa jadi contoh kecamatan lainnya guna menyadarkan masyarakatnya peduli administrasi kependudukan. Sebab manfaatnya juga bagi masyarakat sendiri jika memerlukan identitas.
“Segala upaya terus kami lakukan untuk menyadarkan masyarakat agar memiliki administrasi kependudukan. Sebab antara kesadaran dan pelayanan harus seimbang. Jika pelayanan bagus tapi kesadaran lemah tidak ada hasilnya juga, begitu pun sebaliknya,” pungkasnya. (Gus/ham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *