22 views

Untuk Jaga Tunggal Ika, Mufti Salim Dorong Dialog Lanjutan Pasca Dialog Kebangsaan GMKI

BANDAR LAMPUNG (19/12) — Di depan pemuda-pemudi Kristen se Lampung yang menjadi peserta Dialog Kebangsaan GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) Kota Bandar Lampung, Kamis (19/12), Ahmad Mufti Salim, Ketua Umum PKS Lampung menjelaskan pentingnya Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, Bhinneka adalah realita sedangkan Tunggal Ika itulah yang harus dijaga bersama.

Indonesia yang di dalamnya terdapat Lampung sangat beragam suku, adat, budaya dan agama. “Tentu saja, kita harus mengakui tentang kebhinekaan itu, karena memang realita. Namun pada kebhinekaan itu ada tugas dan tanggung jawab kita bersama mencari persamaan agar tetap bersatu, tunggal ika,” kata Mufti Salim.

Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia inipun berharap agar agenda dialog kebangsaan hari ini dapat berlanjut dengan dialog dan komunikasi berikutnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Fraksi PKS Lampung inipun menuturkan tentang silaturahmi kebangsaan yang telah dilakukan oleh DPP PKS yang dipimpin Mohammad Sohibul Iman ke Pengurus Pusat PGI (Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia) pada 11 Desember lalu.

“Dialog dan komunikasi antar elemen bangsa terus dilakukan oleh PKS, bahkan satu pekan lalu, Presiden PKS, Bapak Mohammad Sohibul Iman bersama jajaran pengurus DPP PKS bersilaturahim dengan Ketua PGI Pusat di kantor PGI. Nampaknya beliau-beliau surprise,” tutur Mufti Salim.

Pertemuan itupun lantas diaminkan oleh Sekretaris Umum GAMKI (Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia), Sahat Sinurat yang kebetulan menjadi saksi mata pada saat silaturahim PKS dengen pimpinan dan pengurus PGI Pusat. “Betul Pak Mufti dan kawan-kawan semua, saya kebetulan hadir pada saat pertemuan antara PKS dan PGI. Kami betul-betul surprise saat itu,” ungkap Sahat.

Sementara, Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mikhail Gorbachev Dom menyatakan bahwa dalam agama apapun bisa terjadi radikalisme. Bahkan menurutnya yang atheis atau tidak beragamapun bisa radikal.

Sedangkan Benny Pattinasarany, tokoh Gereja, pengelola Ronny Pattinasarany Foundation menjelaskan tentang radikal dari aspek makna. “Dalam kata radikal, berasal dari kata radix atau akar. Akar itu adanya di dalam tanah, menghujam. Maka maknanya adalah pemahaman agama harus mendalam, menghujam dan kuat,” jelas Benny.

Selain Ketua Umum PKS Lampung, Ahmad Mufti Salim, beberapa narasumber yang dihadirkan pada Dialog Kebangsaan tersebut antara lain: Mikhail Gorbachev Dom, Juru Bicara DPP PSI; Atthisa dari LIPI Lampung; Sahat Sinurat, Sekretaris Umum GAMKI dan Benny Pattinasarany, tokoh Gereja. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *