161 views

Lapor Pak Gub,Jalan Beton & Talud di Pekon Umbar Belum Digunakan Sudah Ambrol & Retak..

Bandarlampung- Warga Pekon Umbar Tanggamus kembali meradang melihat pembangunan infrastruktur yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Lampung. Kasus jalan Simpang Kiluan-Umbar senilai Rp 12 Miliar belum usai kini talud sepanjang 1 Km kembali disoal warga.

“Bapak bisa cek sendiri kondisi dilapangan bagaimana taludnya sudah ambrol. Padahal baru hujan beberapa kali dipekon kami itu pun tidak deras.Bagaimana kalau musim hujan tiba,jangan mentang-mentang kami warga pelosok lantas pembangunan bisa semau-mau.” cetus Romzi warga Pekon Umbar.

Romzi menjelaskan bahwa dari papan plank pekerjaan tertera jenis kegiatan pembangunan jalan provinsi koridor sebelas dengan paket pekerjaan ruas SP.Umbar-Putih Doh. Dengan rencana kegiatan 1000 Meter,dimana jenis pekerjaan pengkerasan kaku (Rigid Pavement) dikabupaten Tanggamus dengan massa kerja 180 hari kalender. PT. Gema Menata Gemilang selaku kontraktor pelaksana dan CV.Wahana Maju Sejahterah selaku konsultan pengawas dan sumber anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019.

Pada bagian atas plank terdapat logo pemprov lampung dan PUPR lengkap dengan alamat jalannya. Kemudian kalimat trakhir adalah proyek ini terlaksana atas partisipasi masyarakat dalam mendukung kemajuan infrastruktur provinsi lampung.

” Makanya kami selaku warga Pekon Umbar sangat mendukung ada pembangunan jalan dan talud.Tapi kalau bangunnya asal jadi seperti ini lebih baik uangnya diserahkan ke masyarakat pekon saja untuk diswakelola,saya berani garansi kualitasnya jauh lebih baik dengan pekerjaan milik PUPR Lampung ini,”katanya.

Dirinya mengaku sejak awal sudah mengingatkan para pekerja ataupun pengawas dilapangan untuk bekerja dengan baik. Sebab sudah puluhan tahun jalan provinsi di Pekon Umbar tidak tersentuh pembangunan. Harapannya dengan adanya pembangunan infrastruktur tersebut bisa memudahkan akses mobilitas masyarakat lokal ataupun luar.
” Saya pesen agar kerja yang bagus agar tidak cepat rusak minimal 5-7 tahun masih awet. Tapi liat kondisi sekarang yang kalender pekerjaan belum juga tutup sampai Desember 2019 sudah pada ambrol,kalau hujan jadi bubur gimana mau sampe 5 tahun ?”cetusnya.

Selaku tokoh pemuda Pekon Umbar,Amrullah meminta agar dinas PUPR turun kelapangan untuk mengecek hasil pembangunan yang mereka kerjakan.” Niat kami ini baik pak selaku warga kampung,kami enggak minta duit atau hal-hal aneh,kami cuma minta bangun jalan di kampung kami ini yang bagus itu saja.toh manfaatnya untuk kami juga,” pintanya.

Sebelumnya Romzi dan Amrullah mengeluhkan pembangunan infrasturktur jalan Simpang Kiluan-Simp ang Umbar Kabupaten Tanggamus. Proyek pembangunan jalan rijid beton milik PUPR Provinsi Lampung itu sudah banyak yang rusak bahkan dibeberapa titik sisi bangunan jalan ambrol dan retak.

Diketahui pembangunan ruas Jalan Kiluan-Umbar dengan nilai pagu anggaran senilai Rp 12.750.000.000 Miliar dikerjakan oleh PT.Haga Unggul Lestari yang beralamat diJl Pasar Bumirestu,Palas,Lampung Selatan.

Terpisah PPTK Dinas PUPR Lampung,Wisnu yang dikorfimasi melalui sambungan handphone terkait keluhakan masyarakat Pekon Umbar tidak aktif. Pesan singkat yang dikirim keno 081172xxx sampai berita ini diturunkan tidak ada balasan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *