42 views

Fasilitas RSUD A. Dadi TJokrodipo Memperihatinkan

BANDARLAMPUNG – Menindak lajuti keluhan masayrakat terhadap pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) A. Dadi Tjokrodipo. Komisi IV DPRD Bandarlampung melakukan Inpeksi Mendadak (Sidak) Ke RS pelat merah tersebut, Selasa (3/12).

Sesampainya disana Rombongan yang dipimpin langsung oleh ketua Komisi IV DPRD Bandarlampung M. Darma Setiawan beserta anggota Komisi IV Sri Ningsih Djamsari,  Rakhmad Navindra, Dharma Wansyah, Sofyan Sauri,  Yuni Karnis,  Abdul Salim dan Pepi Asih. Meninjau satu persatu ruangan, mulai dari ruang pelayanan Rawat Inap, ruang Poli sampai  Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Al hasil, dari tinjawan komisi IV menemukan hampir semua fasilitas umum di masing masing ruangan tidak memadai mulai dari fasilitas pendingin ruangan (AC) maupun kipas angin rusak, ditambah lagi kamar mandi pasien dan kamar mandi umum kotor dan bau.

Ruang pelayanan rawat inap anak, di ruangan terseut dilengkapi beberapa buah fasilitas umum  berupa AC dan kipas angin, walaupun di ruangan tersebut telah dilengkapi fasilitas pendingin ruangan namun keadaan ruangan tersebut masih terasa panas hal tersebut dikarenakan pendingin ruangan tersebut tidak berfungsi atau rusak.

Menurut keterangan orang tua pasien anak, AC diruangan tersebut masih berfungsi, hanya saja dihidupkanya pada saat malam hari saja, dengan alasan perawat menyatakan sengaja tidak di fungsikan karena siang hari banyak pengunjung  sehinga  jika di hudupkan fungsi AC tersebut tidak maksimal.

“AC nya idup Cuma malam aja diatas jam 10 an di idupin sama perawatnya, kalau siang mati. Kipasnya juga mati/rusak. Kan percuma ngidupinya malam kan da dingin,” keluhnya sambil mengipas ngipasin anaknya yang terbaring lemah karena menderita sakit infeksi tenggorokan dengan mengunakan kardus air mineral.

Begitu juga diruangan lainnya, Komisi IN DPRD Bandarlampung juga menemukan fasilitas pendingin ruangan tidak berfungsi, kamarmandi pasien dan kamarmandi umum sebagian besar kotor dan bau bahkan ada salah satu rauangan pelaponya banyak sawangan atau jaring laba laba.

Ketua Komisi IV M.I Darma Setiawan mengatakan, sidak yang dilakukan pihaknya merupakan  dasar dari pengaduan warga, karena fasilitas rumah sakit yang tidak memadai dari instalasi air, hingga pelayanan.

“Dasar kita pengaduan warga, karena air gak ada, terus di dalam ruang pasien terasa panas, padahal ada pendingin AC, makanya kita cek ternyata benar, kipas angin saja kita temukan kotor, AC nya nggak hidup, kasian kan pasiennya, kalau begini, bukan tambah sehat, malah sakit orang kan,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, pihak DPRD sangat menyayangkan pelayanan rumah sakit yang sangat minim.

“Kan kita lihat sendiri tadi, beberapa ruangan kita sidak, hampir semua ruangan WC nya tidak memadai, bahkan sangat kumuh, ini anggaran pemeliharaanya dikemanakan, belum lagi keluhan pasien yang merasa panas, apalagi di ruangan rawat inap balita tadi kan, kita rasakan sendiri, bagaimana tanggungjawab direkturnya,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut pihaknya meminta managemen rumah sakit dapat memperbaiki semua fasilitas yang tidak memadai terseut.

“Kalau begini kan bagaimana fasien mau sehat, jangan-jangan rumah sakit sepi karena orang gak mau kesitu karena melihat fasilitas yang kumuh dan tidak memadai, makanya sepi pengunjung,” jelasnya.

Masih ditempat yang sama, Abdul Saim  beserta anggota Komisi IV lainnya,menyatakan kedepan pihak pemkot dalam pembangunan rumah sakit wajib memilih rekanan yang sudah berpengalaman, karena dilihat gedung rumah sakit dengan jangka waktu pembangunan saat ini sudah banyak yang rusak.

“Keramik lantai rumah sakit sudah banyak yang jebol, kontraktornya kurang fropesional, kedepan Pemkot cari pemenang tender yang berpengalaman, sehingga hasil pembangunan bisa layak dan bagus. Untuk WC nya juga harus segera diperbaiki, karena ini sangat diperlukan pasien, jangan wc yang bau dan tidak bisa terpakai seperti itu, kan ada dana perawatan, perbaiki dong,” tandasnya.

Sementara,  Seksi Pengendalian Fasilitas Keperawatan Dedi Rahardi, enggan menanggapi dengan hasil sidak Komisi IV dengan alasan bukan ranahnya.

“Maaf kami satu pintu kalau mau konfirmasi, saya dan kawan-kawan hanya mendampingi dewan sidak bu direktur sedang ada rapat,” kilahnya. (edi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *