29 views

Dewan Pertanyakan Serapan Anggaran Perawatan RSUD A Dadi Tjokrodipo

BANDARLAMPUNG – Komisi IV DPRD Bandarlampung akan memangil pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) A. Dadi Tjokrodipo, terkait anggaran perawatan Rumah sakit berpelat merah tersebut.

Diduga angaran yang dianggarkan selama ini disinyalir tak tepat guna, hal tersebut terbukti dari hasil Inspeksi Mendadak (Sidak) Komisi IV DPRD Bandarlampung yang menemukan mayoritas fasilitas Umum pendingin ruangan (AC) tak berfungsi, kamar mandi kotor dan bau bahkan ada ruang rawat inap penuh sawangan atau jaring laba laba.

“Kita akan lihat secara mendetail pemeliharannya itu sebatas uang pemeliharan apa aja itu,” kata ketua Komisi IV DPRD Bandarlampung saat dihubungi via telpon, Rabu (4/12).

Diakuinya, terkait anggaran pemeliharaan RSUD A Dadi Tjokrodipo dirinya tidak terlalau memahami secar detail besara dan angaran perawatan apa saja yang telah di anggarkan dalam anggara kegiatan di RSUD A Dadi Tjokrodipo.

Dikarenakan ada laporan masyarakat yang mengeluhkan beberapa fasilitas yang ada maka pihaknya menindak lanjuti keluhan tersebut sampai tuntas.

“Masalah anggaran ini belum kita teliti jelas, yang pasti kita akan tindak lanjuti itu namanya keluhan masyarakat. tapi kalau fasilitas kesehatan kita mendorong agar semua fasilitas mengenai alat kesehatan itu dapat terpenuhi semua.

Diberitakan sebelumnya, Komisi IV DPRD Bandarlampung bergerak cepat meyikapi keluhan masyarakat terhadap pelayanan di RSUD A Dadi Tjokrodipo, dengan melakukan Sidak.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh ketua Komisi IV DPRD Bandarlampung M. Darma Setiawan beserta anggota Komisi IV Sri Ningsih Djamsari, Rakhmad Navindra, Dharma Wansyah, Sofyan Sauri, Yuni Karnis, Abdul Salim dan Pepi Asih. Meninjau satu persatu ruangan, mulai dari ruang pelayanan Rawat Inap, ruang Poli sampai Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Al hasil, dari tinjauan komisi IV menemukan hampir semua fasilitas umum di masing masing ruangan tidak memadai mulai dari fasilitas pendingin ruangan (AC) maupun kipas angin rusak, ditambah lagi kamar mandi pasien dan kamar mandi umum kotor dan bau.

Ruang pelayanan rawat inap anak, di ruangan tersebut dilengkapi beberapa buah fasilitas umum berupa AC dan kipas angin, walaupun di ruangan tersebut telah dilengkapi fasilitas pendingin ruangan namun keadaan ruangan tersebut masih terasa panas hal tersebut dikarenakan pendingin ruangan tersebut tidak berfungsi atau rusak.

Menurut keterangan orang tua pasien anak, AC diruangan tersebut masih berfungsi, hanya saja dihidupkanya pada saat malam hari saja, dengan alasan perawat menyatakan sengaja tidak di fungsikan karena siang hari banyak pengunjung sehingga jika di hidupkan fungsi AC tersebut tidak maksimal.

“AC nya idup Cuma malam aja diatas jam 10 an di idupin sama perawatnya, kalau siang mati. Kipasnya juga mati/rusak. Kan percuma ngidupinya malam kan da dingin,” keluhnya sambil mengipas ngipasin anaknya yang terbaring lemah karena menderita sakit infeksi tenggorokan dengan mengunakan kardus air mineral.

Begitu juga diruangan lainnya, Komisi IV DPRD Bandarlampung juga menemukan fasilitas pendingin ruangan tidak berfungsi, kamar mandi pasien dan kamar mandi umum sebagian besar kotor dan bau bahkan ada salah satu ruangan pelaponya banyak sawangan atau jaring laba laba. (edi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *