104 views

Bantuan Bibit Jagung Dari Kementrian Pertanian Diduga Jadi Ladang Pungli

Lampung Tengah-Sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Buana Jaya, dan Suka Maju, Kampung Sanggar Buana, Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah (Lamteng) keluhkan adanya biaya untuk mendapatkan bantuan bibit jagung gratis dari Kementrian Pertanian.

Marga mengeluh adanya biaya sebesar Rp 40 ribu yang dikeluarkan untuk menebus bibit jagung Pertiwi, dan NK 212 yang di patok oleh Ketua Gapoktan.

Anggota kelompok tani Buana Jaya, Nyoman Diartawan mengatkan anggota kelompok tani harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 40 ribu untuk mendapatkan bibit jagung tersebut.

“Kalau mau mendapatkan bibit jagung 1 dus isi 4 bungkus, lima kiloan kita harus keluarkan biaya empat puluh ribu rupiah,”ujarnya, Senin 23 Desember 2019.

Ia menjelaskan, pungutan itu dilakukan tanpa adanya musyawarah antara kelompok dan anggota. Biaya tersebut lanjutnya digunakan untuk upah bongkar.”Alasan ketua gapoktan (Wayan Suke) dana itu untuk upah bongkar bibit,”jelasnya.

Lanjutnya masalah ini sudah dilaporkan ke Polsek setempat namun belum ada tindak lanjut.

“Kita sudah buat pengaduan dan laporan ke Polsek (Seputih Banyak) terakhir kita diundang Polsek untuk rembuk, apakah permasalahan ini mau di lanjut atau damai. Kalau kita mau permasalahan ini dilanjut,”tegasnya.

Senada dikatakan anggota kelompon tani Suka Maju, I Made Bagiarta, ia meminta agar aparata kepolisian segera menindak lanjuti permasalahan itu.

“Kapolsek pernah menyampaikan kepada kami bahwa permasalahan ini agar sehera dilimpahkan ke Polres, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,”ujarnya.

Sementara Ketua Gapoktan Suka Maju Wayan Suke mengelak adanya patokan harga untuk mendapatkan benih itu. Ia mengatakan bahwa biaya itu ditarik secara suka rela.”Itu tidak dipatok (40 ribu) itu kita minta secara sukarela, ada yang ngasih dan ada yang tidak ngasih,”kelaknya.

Sementara hingga berta ini ditulis, baik dari Dinas Pertanian setempat maupun aparat kepolisian belum dapat di konfirmasi.(san/asa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *