35 views

PKS Uji Kepatutan Balon Walikota Bandarlampung Akhir Pekan Ini

Bandarlampung – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bandarlampung berencana akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test (FPT) bakal calon kepala daerah (balonkada). FPT akan berlangsung selama dua hari, pada tanggal 16 dan 21 November di Hotel Bukit Randu.

Ketua Panitia Penjaringan PKS Bandarlampung, Raden Cik Awang mengatakan, FPT ini guna memperdalam visi misi para balonkada yang telah mendaftar di PKS beberapa waktu lalu.

Pria yang akrab disapa Awang itu menyebut, di 16 November ada tiga bacalon walikota yang akan ikut fit and proper test, yaitu Firmansyah Y. Alfian, Yusuf Kohar dan Eva Dwiana. Sedangkan untuk bacalon wakil walikota yaitu Hanafiah Hamidi.

“Sedangkan untuk di tanggal 21, hanya satu bacalon walikota yang ikut fit and proper test, yaitu Rycko Menoza,” terang Awang, Selasa (12/11).

Dalam fit and proper test, lanjut Awang, akan ada beberapa panelis dari berbagai bidang keilmuan. Tiga diantaranya merupakan dosen: Dr. Renny Oktavia (pengamat ekonomi), Dr. Dedy Hermawan (pengamat kebijakan buplik), dan Dr. Ilham Malik (pengamat tata kota).

Selanjutnya ada dua panelis berlatar belakang jurnalis: Ismedi dan Juwe serta Hantoni Hasan dari MPW PKS DPW Lampung. “Setiap bacalon akan diberi waktu selama dua jam, mengikuti fit and proper test,” ujarnya.

Menurut dia, dalam fit and proper test para bacalon akan memaparkan visi dan misinya, maju pemilihan kepala daerah di 2020 mendatang. Visi misi tersebut, akan dikaitkan dengan beberapa persoalan di kota setempat.

“Kaitannya pertama soal ekonomi, bagaimana cara mereka memajukan ekonomi di kota ini. Kadua terkait tata kota dan pembangunan infrastruktur,” sebutnya.

Kemudian, sambung dia, terkait sosial kebudayaan, seperti penanganan anak jalanan dan lain-lain. Juga ada pemaparan tentang hukum, keamanan dan sebagainya.

“Yang jelas, para panelis akan memperdalam visi-misi para bacalon, yang pembahasannya bertujuan untuk kemajuan kota ini,” jelasnya.

Sementara untuk para bacalon dari internal PKS, seperti Ade Utami Ibnu, Ahmad Mufti Salim, Aep Saripudin, Hantoni Hasan dan Muchlas Bastari telah mengikuti fit and proper test lebih dulu.

“Untuk internal, fit and proper test nya sudah dilakukan oleh tim khusus. Dia sifatnya internal,” tuturnya.

Awang berpesan kepada para bacalon untuk mempersiapkan diri, memperdalam visi misi. Sehingga, saat fit and proper tes berlangsung para bacalon dapat menjawab pertanyaan panelis dengan baik.

“Sebab ada berbagai sisi penilaian, mulai dari kepemimpinan, performa, penyampaian visi misi, pemecahan masalah, dan beberapa aspek penilaian lainnya,” paparnya.

Pasca fit and proper test, PKS Bandarlampung akan melakukan survei, untuk mengukur popularitas dan elektabilitas para bacalon.

“Survei rencananya menggunakan lembaga eksternal. Tapi lembaganya apa, belum kita putuskan. Sebab masih kita jajaki dulu. Kemungkiann survei ini berlangsung di awal Desember,” terangnya.

Pasca survei, pihaknya akan merumuskan, nama-nama bacalon yang layak diusulkan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Provinsi Lampung.

“Target kita, di Desember sudah diusulkan minimal dua nama bacalon ke DPP. Januari 2020 mudah-mudahan sudah kelur nama calon yang mendapat rekomendasi,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *