38 views

Hitungan Penantang Kudu Matang

Oleh : Deni Haddad

Meskipun Pilkada 2020 masih jauh dari pelupuk mata, suhu perpolitikan di Lampung terutama Kabupeten Waykanan sudah terlihat geliatnya, terutama pada tingkatan warga media sosial.

Sejumlah tokoh mulai meraba, diantaranya dengan mencuatnya sejumlah nama, sementara baru tiga bakal calon yang berani menyatakan maju untuk bertarung di Pilkada 2020 esok.

Meski demikian, bakal calon tersebut memang harus berpikir lebih matang, apalagi maju sebagai penantang, sebab incumbent di Waykanan masih memiliki power sebagai kepala daerah masih tergolong kuat.

Penantang harus betul-betul memiliki hitungan yang tepat. Incumbent sebagai orang yang paling dekat dengan masyarakat untuk saat ini, sebab untuk sekedar mengkampanyekan diri begitu mudahnya lewat program-program pemerintah daerah.

Untuk Incumbent juga agar berhati-hati memilih pendampingnya sebagai wakil bupati di periode kedua, karena Pilkada ini wakil pun dinilai berpengaruh pada gelaran itu mendatang.

Wakil yang tidak dekat dengan masyarakat akan berisiko bagi incumbent. Jadi hati-hati dan incumbent harus bisa mencatat itu sebagai tolok ukur Pilkada mendatang.

Sedangkan, untuk penantang sendiri disarankan agar menghitung ulang basis, menyiapkan partai politik dan logistik yang cukup. Jadi harus memiliki kesiapan yang matang dan mampu membaca celah-celah untuk bisa kuat.

Hitung-hitungan penantang harus tepat. Barangkali inilah alasan kenapa mereka masih malu-malu kucing untuk sekedar turun ke basis masyarakat, walaupun sebagian telah memasang gambar di sudut-sudut kabupaten ini.

Peluang penantang baru untuk bertarung harus terstruktur. Terlebih ingin berpeluang untuk mengalahkan incumbent.

Incumbent tentu saja punya peluang lebih besar penguasaan jaringan basis massa dan penguasaan lainnya menjadikan dirinya lebih kuat dari penantang.

Namun untuk penantang harus memiliki langkah yang matang, penantang harus bisa melihat tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan incumbent dan melihat kinerja serta elektabilitasnya.

Jika jarak tingkat kepuasan tehadap kinerja incumbent dengan elektabilitas incumbent untuk seorang penantang signifikan sampai dengan bulan Juni 2020 mendatang, tentu makin besar peluang penantang untuk jungkalkan incumben.

Tapi perlu menjadi catatan bagi penantang, harus memiliki tim kerja yang mumpuni, tim kerja yang terstruktur, sistematis dan masif, bukan sekedar tim hore, apalagi cuma menyuarakan pada tingkatan media sosial, jangan harap capaian itu akan terjadi. Tabik!!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *